Agar Kurban Tak Hanya untuk Warga Perkotaan

Urip Budiarto GM Resource Mobilization Dompet Dhuafa menuturkan program KTN dan THK merupakan ikhtiar Dompet Dhuafa dalam memberdayakan umat. Dompet Dhuafa ingin melihat Idul Adha tidak hanya dipenuhi oleh kegiatan berkurban semata, tetapi ibadah ini juga harus bisa menjadi upaya pemberdayaan sosial untuk meningkatkan perekonomian peternak.

“Melalui program THK kami ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dari sisi peternakan, kedaulatan ternaknya itu bisa membaik dari hari ke hari. Momen Idul Adha bisa dihubungkan dengan pemberdayaan peternak,” ucap Urip kepada Swaracinta akhir Juli lalu.

 

Urip menilai, pangsa pasar hewan kurban sangat besar di Indonesia. Ada 80 persen penduduk Indonesia yang beraga Islam, dan jika setengahnya ingin berkurban, setiap tahun setidaknya diperlukan 120 juta kambing hanya untuk disembelih.

 

Untuk itu program THK menjadi sarana yang pas untuk menjembatani peternak di desa dengan kebutuhan kurban penduduk kota. Meski tantangannya adalah, bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat bagaimana mengefektifkan ibadah kurban yang mereka lakukan.

 

“Kami mencoba mempertemukan kebutuhan di kota dengan stok yang ada di desa. Untuk THK tahun ini kami menargetkan di 33 Provinsi, 800 kecamatan dan 2500 desa ada transaksi ekonomi THK. Di sanalah fungsi THK menjadi strategis,” jelas Urip.

 

Setidaknya ada 4 poin penting kelebihan berkurban melalui THK. Pertama, THK mencoba memberdayakan warga desa khususnya peternak agar lebih kuat, mandiri dan memiliki jaringan yang strategis. Kedua, THK mencoba membantu dhuafa di pedesaan yang memiliki kambing atau sapi namun hanya sebatas harta, tidak dijadikan hewan kurban.

 

“Karena kultur masyarakat pedesaan bila membutuhkan dana darurat harus menjual ternak. Kami menginisiasi supaya hewan ternak milik warga diarahkan untuk kurban supaya lebih memiliki nilai ekonomis. Dengan adanya THK masyarakat desa juga bisa merasakan makan daging yang selama ini hanya menjadi sebuah keniscayaan,” kata Urip

 

Berikutnya, THk ingin memunculkan pemerataan kekayaan kota dan desa. Terakhir, THK bisa meningkatkan dan memperkuat modal sosial masyarakat. Urip menuturkan aktivitas kurban di suatu daerah secara tidak langsung menguatkan modal sosial masyarakat. Dengan aktivitas ini, rasa guyub warga akan semakin menguat, karena mereka melakukan bersama-sama proses penyembelihan hingga pembagian hewan kurban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons