Berdaya Berkat Aloevera, Terdengar Hingga Malaysia

Jumat, 30 Agustus 2019 Dompet Dhuafa Jogja bersama jajaran manajemen Waqaf An Nur, Johor, Malaysia melakukan Visit Program Budidaya dan Home Industri Aloevera di Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, Yogyakarta. Nglipar adalah salah satu wilayah yang dimana pemudanya lebih banyak memilih merantau dan mencari pekerjaan di luar daerah. Hal ini menyebabkan wilayahnya sulit untuk berkembang, awalnya.

Jajaran Manajemen Dompet Dhuafa Jogja dan Waqaf An Nur Malaysia

Berkat dana zakat, melalui program ini Dompet Dhuafa memberdayakan 100 ibu-ibu dengan diberikan 50 bibit aloevera untuk selanjutnya ditanam dan diolah menjadi berbagai makanan dan minuman. Aloevera melimpah dan kualitasnya pun sangat baik. Salah satu kuncinya adalah pada pupuk alami hasil kotoran ternak warga, digunakan untuk mengembangbiakan Aloevera. Tanaman ini dapat panen awal dalam waktu 8 hingga 12 bulan dan setelahnya dapat panen setiap 2 pekan sekali.

Azizat, memotong daging Aloevera untuk kemudian diolah
Alan dan Ibunya, penerima manfaat Program Budidaya Aloevera

Alan yang merupakan pemuda ulet di Dusun Jeruklegi, Desa Kantongan, Kecamatan Nglipar menjadi salah satu penerima manfaat program Budidaya Aloevera. Bersama Idris (pendamping program dari BMT Dana Insani), Alan dan ibu-ibu warga Jeruklegi giat mengembangbiakan Aloevera menjadi makanan ringan berupa dodol, berbagai kripik bahkan minuman segar dengan potongan daging aloevera.

Berbagai olahan makanan dan minuman dari Aloevera

Dompet Dhuafa Jogja bersama Pemerintah Gunungkidul, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), BMT Dana Insani dan para penerima manfaat saling mendukung program ini agar berhasil. Hingga akhirnya ada penemuan bahan alami untuk mengawetkan minuman Aloevera. Tiga tahun berjalan, program ini mulai membuahkan hasil dengan banyaknya warga yang mulai tertarik untuk bertanam aloevera. Hingga saat ini program Budidaya dan Home Industri Aloevera masih berjalan bahkan mulai merambah marketplace untuk pemasaran hasil olahannya. Bahkan Dusun Jeruklegi kini mulai dilirik untuk dijadikan destinasi wisata dan pembelajaran budidaya aloevera. Berawal dari zakat, mereka berdaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons