Bolehkah Berkurban untuk Orangtua?

Bolehkah kita berkurban untuk orangtua yang masih hidup?

Dalam beribadah kurban harus disertai niat berkurban untuk Allah atas nama dirinya. Berkurban atas nama orang lain, menurut mazhab Syafi’i, tidak sah tanpa seizin orang tersebut. Demikian pula atas nama orang yang telah meninggal, tidak sah bila tanpa dasar wasiat.

Ulama Maliki mengatakan, makruh berkurban atas nama orang lain. Ulama Hanafi dan Hanbali mengatakan, sah saja berkurban untuk orang lain yang telah meninggal dan pahalanya dikirimkan kepada almarhum.

Ulama yang mengatakan boleh berkurban untuk orang tua, entah yang masih hidup ataupun yang telah meninggal berdalil dengan riwayat Rasulullah Saw yang pernah berkurban dengan dua hewan kurban: yang satu untuk diri beliau dan keluarga beliau, yang satunya lagi untuk umat beliau yang bertauhid. Haditsnya, Rasulullah Saw bersabda:

“Dengan menyebut nama Allah, Allahu akbar, ini adalah kurbanku dan kurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban.” (HR Daud, Tirmidzi, dan Ahmad).

“Dahulu seseorang pada zaman Nabi, seseorang menyembelih seekor kambing untuk dirinya dan keluarganya. Lantas mereka memakannya dan membagikannya kepada orang lain” (HR. Ibnu Majah dan at Tirmidzi).

“Apabila seseorang berkurban dengan seekor kambing atau domba dengan niat untuk diri dan keluarganya, maka telah cukup untuk orang yang dia nia tkan dari keluarganya, baik yang masih hidup atau pun yang sudah mati” (Hukum Udhhiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin). Wallahu a’lam.

Semoga Allah memudahkan kita untuk berkurban tahun ini.

(Tim Asatidz DDHK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons