Budaya Literasi Lahirkan Pendidik Penuh Kreasi

Gunungkidul (3/10) Aula lantai 3 Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga tampak meriah dan ramai dengan pameran display kelas dan media pembelajaran dari enam sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia Dompet Dhuafa Yogyakarta. Kemeriahan tersebut adalah bagian dari acara “Talkshow dan Pameran Pendidikan Sekolah Literasi Indonesia.  Talkshow dengan tema Membangun Kekhasan Budaya Sekolah dan Penguatan Sistem Pembelajaran Berbasis Literasi tersebut menampilkan 6 kepala sekolah dan madrasah sebagai pembicara yaitu, Bapak Yoyok Dwi Arian Zuhdi, S. Ag (MI Muhammadiyah Pengkol),  Bapak Asrorudin, S.I.P (MI Muhammadiyah Macanmati), Bapak Drs. Sudono (SD Muhammadiyah Kuwarasan), Ibu Sulastri, S.Pd (MI Muhammadiyah Munggur), Bapak Panggung Heri Setiawan, S.Pd (SD Muhammadiyah Karangtengah), Bapak Ngatino, S.Pd (SD Muhammadiyah Sidorejo).  Talkshow kepemimpinan sekolah menjadi wujud pencapaian akhir program pendampingan Sekolah Literasi Indonesia (SLI) di Kabupaten Gunungkidul yang telah berlangsung 2 tahun.


Talkshow Membangun Kekhasan Budaya Sekolah dan Penguatan Sistem Pembelajaran Berbasis Literasi

Budaya literasi tentu saja menjadi kekhasan tersendiri dalam setiap pelaksanaan program sekolah/ madrasah. Acara ini dihadiri pula oleh 155 peserta dari berbagai sekolah, komite dan wali siswa. “Literasi menjadi bagian penting dalam pendidikan kita, perlu program-program yang mendukung terciptanya budaya literasi di kalangan anak-anak, guru dan orang tua wali. “Terimakasih Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui program Sekolah Literasi Indonesia, mampu memperkuat usaha yang telah dilakukan pemerintah karena semua kompenen harus bekerja sama dan bersinergi untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik”, pesan Bapak Bahron Rasyid, S.Pd.,MM selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul.

Pameran Media Pembelajaran menarik minat guru dan siswa

Masing-masing sekolah memaparkan  proses, tantangan dan dampak setelah mengikuti program Sekolah Literasi Indonesia.  “Awalnya pembelajaran di sekolah kami berlangsung kurang menarik. Anak-anak kurang betah di kelas, setelah guru kami mengikuti pelatihan dan pendampingan tentang PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) dan manajemen display kelas, pembelajaran yang dilakukan lebih variatif dan yang paling penting anak-anak nyaman serta bahagia selama di sekolah”, ungkap Pak Yoyok selaku kepala MI Muhammadiyah Pengkol, Gunungkidul. “Saya baru saja diangkat sebagai kepala sekolah, baru tiga bulan. Setelah menyimak materi dari Ibu Sri Sulastri tentang peran serta komite yang luar biasa dalam memajukan sekolah saya merasa sangat terinspirasi, insyaallah akan coba saya terapkan di sekolah saya”, tutur Ibu Sumarni dari SDN Gunungsari, Semanu, Gunungkidul.


Kreasi guru dengan berbagai tema, laut, flora fauna dan antariksa

Pada pameran display kelas dan media pembelajaran, ditampilkan pula berbagai kreasi guru dengan berbagai tema, mulai tema laut, flora fauna dan antariksa.  Hal ini ditampilkan dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada pengunjung bahwa pembelajaran di kelas bisa dibuat nyaman, menyenangkan dan bervariasi sehingga merangsang minat siswa untuk belajar. “Saya senang waktu datang ke pameran. Semua karyanya bagus karena bikinan sendiri tidak membeli jadi memanfaatkan barang bekas. Ada jaring laba-laba, wayang, metamorfosis kupu-kupu, dari bahan alam. Pokonya bagus, ada foto-fotonya juga jadi tahu kegiatan di sekolah lain” ucap Dzaky Acmad Rifai , siswa MIM Munggur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons