Inovasi Program Perpustakaan, Hidupkan Jantung Literasi Sekolah

Perpustakaan sekolah sebagai jantung literasi merupakan pusat belajar bagi seluruh warga sekolah. Namun selama ini perpustakaan sekolah belum menjadi prioritas dan perhatian. Perpustakaan difungsikan sebagai tempat menyimpan buku saja, belum menjadi pusat belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Diskusi dengan para guru mengenai Program Inspiring Library

Hal tersebut sejalan dengan rendahnya tingkat minat baca siswa. Interaksi anak dengan buku hanya sebatas membaca tanpa ada pemahaman dan pemaknaan, terlebih inovasi kegiatan membaca belum ada. Bahkan untuk berkunjung apalagi beraktivitas di perpustakaan saja, anak-anak merasa bosan. Namun, semua ini tidak terjadi bila jantung literasi ini kita hidupkan.

Inilah yang menjadi tujuan dari program Inspiring Library, yaitu membangkitkan kembali minat baca anak. Pada tahap awal telah dilakukan perbaikan manajemen perpustakaan dan penataan buku. Ternyata minat baca anak-anak semakin meningkat. Hal ini karena perpustakaan sekolah dibuat lebih nyaman dan menyenangkan.

Perumusan rencana program Inspiring Library yang berkelanjutan

Tahapan selanjutnya dilakukan monitoring dan pembuatan program unggulan perpustakaan, pada 22 hingga 24 Oktober 2019 di masing-masing sekolah dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta, yaitu SD Muhammadiyah Sidorejo, SD Negeri Girisekar dan MI Negeri 3 Kulon Progo. Selain merombak perpustakaan secara fisik, program untuk menarik minat baca siswa pun perlu dirancang. Harapannya, rencana program dalam 1 tahun tersebut bisa menjadi strategi untuk lebih menghidupkan perpustakaan.

“Inovasi literasi tidak hanya membaca dan meminjam buku, tetapi bisa dilakukan melalui kegiatan membaca, perlombaan literasi, permainan board game, kelas inspirasi, dan masih banyak lagi.” Sampai berjumpa di kegiatan inspiratif selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons