Kurban, Gerbang Hijrah Warga Kampung di Gunung Kidul

Jalan tanah yang berbatasan langsung dengan jurang dan dihiasi oleh pepohonan kering itu membentang jauh. Tak nampak ada tanda-tanda kehidupan. Mobil kami masih menyusuri jalan itu, hingga ada sebuah perkampungan dan selalu muncul pertanyaan, “Sudah sampai? Ini desa untuk kurban besok?”. Jawabannya pun selalu sama, “Belum masih di kampung yang sebelah sana”.

Hingga akhirnya sampai di sebuah desa di mana Kampung Ternak Dompet Dhuafa berada. Kampung itu bernama Gunungbuthak. Dulu salah satu Mitra Pengelola Zakat (MPZ) Dompet Dhuafa, BMT Dana Insani mengenalkan kampung ini kepada Dompet Dhuafa Jogjakarta.

Dahulu kampung ini masih jauh dari kehidupan beragama, tak pernah terdengar adzan dari masjid kecil di kampung itu. Untuk memenuhi kebutuhan warga kampung Gunungbuthak kebanyakan sibuk menjadi petani palawija di tanah berbukit yang tandus.

Datangnya kurban menjadi gerbang awal hijrahnya kampung kecil di pelosok Gunungkidul itu. Sedikit demi sedikit kegiatan di masjid diadakan oleh tim Cordofa (Corps Dakwah Dompet Dhuafa). Solat berjamaah di masjid semakin rutin, pengajian dan Jumatan kembali digelar. Tak hanya itu, warga pun akhirnya diajarkan cara beternak kambing yang baik, dimodali untuk membangun kandang yang lebih sehat, dan diberi tambahan suplemen pangan agar kambing semakin sehat.

Hingga akhirnya kambing-kambing yang dulu dirawat dengan penuh kasih sayang, sudah besar dan sudah layak menjadi hewan kurban.

Tahun ini, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat kota Jogja dan kota besar lainnya untuk berkurban di Kampung Gunungbuthak. Tak hanya memberikan hewan kurban saja, tapi juga memberdayakan warga kampung Gunungbuthak yang telah merawat kambing ternaknya. Hewan kurban yang berasal dari peternak lokal bisa juga dirasakan manfaatnya oleh warga kampung sekitar yang jarang makan daging.

Ayo kurban di Dompet Dhuafa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons