Peternak Kambing yang Tak Pernah Makan Daging Kambing

Peternak Kambing yang Tak Pernah Makan Daging Kambing
Peternak Kambing yang Tak Pernah Makan Daging Kambing

Hari itu kami menyusuri jalanan menuju Kulonprogo, ke arah Kampung Ternak Binaan Dompet Dhuafa di arah Sentolo.

Memasuki jalan tanah yang hanya muat sebuah mobil dengan pinggiran jurang. Akhirnya kami sampai di Kandang Kelompok Binaan Dompet Dhuafa.

Kandang domba kelompok itu berdiri di tanah milik anggotanya, terlihat beberapa rumah di sekitar kandang. Kami pun akhirnya menimbang satu persatu domba milik 5 peternak di Sentolo itu. Tujuhpuluhdua domba lolos quality control.

Siang itu kami disuguhi sayur lodeh daun melinjo dan tempe garit di rumah salah satu peternak.

“Kamu tahu? Mereka itu masak pakai bahan yang ada di kebun aja, pol mentok beli lauk tahu atau tempe mentah di warung, jarang mereka makan daging ataupun telur.”, cerita Nuryanto, supervisor program ekonomi.

Ternyata tak hanya peternak di Sentolo yang bernasib seperti itu.

Tak seperti kita yang makan dengan lauk tempe, telur, ikan, ataupun daging. Di Gunungkidul, bahkan makan dengan sayur toge sudah menjadi lauk mereka sehari-hari.

“Warga sini, kalau makan itu nasi ambil dari sawah, sayur dan lauk dari kebun. Lauknya saja sayur toge. Makan lauk tempe di sini itu kemewahan.”, cerita Satya, pendamping program kampung ternak di Gunungkidul.

Miris, ketika esok musim kurban pun mereka tak bisa merasakan nikmatnya daging kambing dan kita menumpuk daging kurban di kulkas hingga bosan makan daging…

Ayo kurban di Dompet Dhuafa!

Berkurban di Dompet Dhuafa tak hanya menjadikan daging menumpuk di kota.

Sapi DIY ( 280-300 Kg) :Rp. 18.200.000
SAPI Nasional (250-300Kg) : Rp. 13.500.000
Kambing (25-28 Kg) : Rp. 1.975.000
1/7 Sapi : Rp. 2.600.000
Kambing Premium (33-38Kg) : Rp. 2.600.000

Transfer donasi melalui:

Muamalat : 56.10000.900
BNISyariah : 1.8888.9999.5
BCA : 802.015.8787
Mandiri : 137.000.789.0078
a.n Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Be informed!

berlangganan info DD