SLI Dompet Dhuafa Jogja Memperkuat Tiga Pilar Pendidikan

SLI Dompet Dhuafa Jogja Memperkuat Tiga Pilar Pendidikan
SLI Dompet Dhuafa Jogja Memperkuat Tiga Pilar Pendidikan

Sadar bahwa pendidikan memiliki tiga pilar pendidikan yang tidak bisa dipisahkan yaitu sekolah, masyarakat dan keluarga, Sekolah Literasi Indonesia yang merupakan program pendidikan Dompet Dhuafa Yogyakarta menghadirkan kegiatan Program Pengembangan Masyarakat Berbasis Sekolah (PPMBS) sebagai wadah sinergi ketiganya. PPMBS dilaksanakan pada tanggal 20-23 Januari 2020 dan 4 Februari 2020 di lima sekolah dampingan Sekolah Literasi Indonesia.

PPMBS diikuti oleh komite (masyarakat), perwakilan wali murid (keluarga) dan sekolah. Diawali dengan pemaparan mengenai hakikat pilar pendidikan, pemaparan tentang peran-peran yang bisa dilakukan kemudian diakhiri dengan diskusi partisipatif dalam merancang program peningkatan kualitas pendidikan.

Beberapa program sinergi telah dilaksanakan lima sekolah pada tahun pendampingan 2019 dan dirasakan manfaatnya oleh warga sekolah. Diantaranya adalah penambahan area wudhu untuk siswa, pembuatan area parkir, tamanisasi, pembuatan pagar dan pintu gerbang renovasi bangunan sekolah, serta  pengadaan tenaga pengajar ekstrakulikuler.

Respon positif disampaikan oleh seluruh komite khususnya para ketua, yang mengatakan bahwa dengan adanya pendampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta, sinergi antara masyarakat dan sekolah semakin kuat dan nyata. Bahkan Bapak Suraya Selaku ketua komite SD Muhammadiyah Sidorejo  mengatakan ,”Yang kita lakukan bersama sudah baik. Harapannya Dompet Dhuafa tetap mendampingi”.

Pada tahun 2020, sekolah kembali bersinergi dengan masyarakat dan keluarga untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengadakan beberapa program fisik diantaranya: renovasi dan pengecatan perpustakaan, pengadaan mobeller, pembuatan papan prestasi anak, renovasi atap sekolah, pembuatan pintu gerbang sekolah, dan renovasi mushola. Selain program yang bersifat fisik terdapat beberapa program non fisik diantaranya budidaya atau ternak ikan lele, penambahkan tenaga  pengajar ekstrakurikuler, mengadakan pengajian berkolaborasi dengan desa, bahkan ada juga program bank sampah untuk seluruh wali sebagai cikal bakal kewirausahaan.

Dengan adanya program pengembangan masyarakat berbasis sekolah ini diharapkan kesadaran akan sama-sama membangun sekolah akan muncul, hal ini terbukti dengan beberapa program yang telah dirancang. Selain itu menciptakan sinergi yang berkelanjutan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Be informed!

berlangganan info DD