Zakat Sebagai Komponen Pemberdayaan Masyarakat Miskin

Zakat bukan hanya ibadah maliyah karitatif, melainkan juga digunakan untuk mendorong terwujudnya perubahan kesejahteraan masyarakat miskin sehingga memiliki daya untuk berusaha dan mandiri sehingga dapat meningkatkan pendapatan agar terjadi peningkatan kesejahteraan secara materi maupun immateri.

“Pemberdayaan masyarakat dapat pula dilakukan dengan berbasis zakat, karena zakat punya fungsi mewujudkan keadilan sosial” ujar dosen Universitas Negeri Yogyakarta Maimun Sholeh dalam ujian promosi doktor program studi Ekonomi Islam Sekolah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, di Aula Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Rabu (31/5).

Menurut Maimun, tujuan utama islam dalam kaitannya dengan kemiskinan adalah menyadarkan manusia sehingga orang miskin menjadi mandiri, menjadi berdaya. Kemandirian tidak hanya mengarah pada individu, tapi juga kolektif. Pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis zakat bertujuan untuk menginternalisasikan tujuan zakat bagi perubahan kesejahteraan masyarakat miskin.

Konsep zakat sebagai sumber pemberdayaan masyarakat dan keberdayaan atau kemandirian juga sejalan dengan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat karena zakat diatur untuk membangun keadilan sosial-ekonomi dan pembagian yang adil atas kekayaaan alam dalam masyarakat.

Penelitian yang bertujuan menganalisis faktor-faktor determinan keberdayaan mustahiq pada program pemberdayaan masyarakat miskin berbasis zakat di lembaga amil zakat Dompet Dhuafa Yogyakarta, mendapat respon baik oleh penguji. Dan dari ujian promosi doktor Maimun mendapat penilaian sangat memuaskan. Oleh karena itu, Maimun berhak mendapat gelar doktor Ekonomi Islam yang ke-20 dan capaian ini menambah prestasi bagi UIN Sunan Kalijaga karena berhasil malahirkan 500 doktor. (ch/humas UIN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons