
Di Gaza, duka belum juga mereda. Hingga hari ini, lebih dari 64.000 jiwa telah syahid, dengan mayoritas adalah wanita dan anak-anak. Sementara itu, lebih dari 137.000 orang mengalami luka parah dan masih berjuang untuk bertahan hidup. Fasilitas kesehatan porak-poranda, banyak tenaga medis gugur, dan jumlah ambulans yang tersedia jauh dari mencukupi kebutuhan darurat.
Kondisi semakin diperparah karena ambulans kerap menjadi sasaran serangan, sehingga armada yang tersisa semakin terbatas. Sedangkan, setiap hari ratusan korban membutuhkan evakuasi segera menuju rumah sakit yang berjarak puluhan kilometer. Tanpa ambulans, mereka terpaksa menunggu dalam kondisi kritis, dan tak sedikit yang akhirnya gugur sebelum mendapat pertolongan.
Ambulans di Gaza bukan sekadar kendaraan, melainkan satu-satunya harapan bagi:
Ibu hamil yang membutuhkan penanganan segera.
Anak-anak dan lansia yang sakit kritis.
Korban reruntuhan yang menanti evakuasi di tengah puing.
Blokade panjang membuat jalur keluar-masuk Gaza hampir mustahil. Di tengah keterbatasan ini, ambulans menjadi garda terdepan untuk menjangkau korban, menembus reruntuhan, dan mengantarkan mereka menuju fasilitas medis seadanya.
Dalam kondisi genting ini, Dompet Dhuafa terus bergerak untuk Palestina. Melalui program kemanusiaan, Dompet Dhuafa menghadirkan layanan kesehatan dan menghadirkan armada ambulans bagi saudara-saudara kita di Gaza. Ambulans wakaf ini menjadi sarana vital untuk mengevakuasi korban serta memberikan pertolongan darurat di tengah krisis yang terus berlangsung.
Melalui Wakaf Ambulans Palestina, kita dapat menghadirkan kendaraan penyelamat yang siaga setiap saat. Wakaf ini bukan hanya menghadirkan sebuah ambulans, tetapi juga membawa harapan, kehidupan, dan keselamatan bagi ribuan jiwa.
Mari bersama, titipkan wakaf terbaik Sahabat melalui program wakaf ambulan palestina bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta. Satu ambulans, sejuta harapan untuk Palestina.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik