5 Amalan Malam Nisfu Syaban

5 Amalan Malam Nisfu Syaban

dompet dhuafa yogyakarta

Amalan malam nisfu Syaban –  Setelah kita menjalankan bulan Rajab, kini kita telah memasuki bulan Syaban, yaitu bulan sebelum Ramadhan.  Sering disebut dengan bulan persiapan sebelum memasuki Ramadhana, karena pada bulan ini kita disunahkan untuk perbanyak menjalankan puasa sunnah untuk mempersiapkan diri agar dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan baik.

Terdapat dalil yang menyebutkan bahwa Rosulullah SAW selama bulan Syaban hampir menjalankan puasa satu bulan penuh kecuali dua hari sebelum datangnya bulan Ramadhan.


عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ


Bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa sunah adalah bulan Sya’ban, kemudian beliau menyambungnya dengan puasa Ramadhan.” (HR. Abu Daud no. 2431 dan Ibnu Majah no. 1649)

Selain disunnahkan untuk menjalankan puasa sunnah selama bulan Syaban, terdapat keutaaman lainnya pada hari ke-15 bulan Syaban yang disebut dengan nisfu Syaban. Pada malam hari ke-15 ini menjadi istimewa karena merupakan malam pengampunan dosa serta terkabulnya doa-doa.

Rosulullah SAW bersabda:

يَطَّلِعُ اللهُ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ اِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

Artinya:

Allah SWT telah melihat semua makhluk-Nya pada malam pertengahan bulan Sya’ban, maka Dia memberi ampunan pada semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan ( dengan saudaranya).” (HR At-Thabrani).

Dalam riwayat Al-Baihaqi menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berkata kepada Sayyidah Siti Aisyah bahwa pada malam nisfu Syaban amalan kita akan ditulis dan akan menjadi penentu takdir dalam satu tahun.


عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِي ﷺ قَالَ: هَلْ تَدْرِيْنَ مَا هَذِهِ اللَّيْلَة؟ قَالَتْ: مَا فِيْهَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ: فِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ مَوْلُوْدِ بَنِي آَدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا أَنْ يُكْتَبَ كُلُّ هَالِكٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فِي هَذِهِ السَّنَةِ، وَفِيْهَا تُرْفَعُ أَعْمَالُهُمْ، وَفِيْهَا تَنْزِلُ أَرْزَاقُهُمْ

Artinya:

Dari Aisyah, dari Rosulullah SAW, beliau bertanya: ‘ Apakah kamu tahu ada apa dengan malam ini (nisfu syaban)?’ Sayyidah Aisyah kembali bertanya:’ Ada apa di dalamnya, wahai Rosulullah?’ Maka nabi menjawab: ‘Di dalamnya tertulis semua anak yang dilahirkan dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu ditulis semua orang yang celaka dari keturunan Nabi Adam pada tahun ini. Pada malam itu (juga) diangkat semua amal perbuatan mereka, dan pada malam itu diturunkan rezeki mereka.” (HR Al-Baihaqi).

Amalan Malam Nisfu Syaban

Begitu besar keutamaan bulan Syaban terutama malam nisfu Syaban maka hal apa saja yang harus kita lakukan untuk mendapatkan keberkahan itu?

Berikut ini adalah penjelasan amalan apa saja yang harus dilakukan dalam malam nisfu Syaban:

1.Perbanyak Doa

Hadits riwayat Abu Bakar  menjelaskan bahwa Rosulullah SAW bersabda:


ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya: (Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan). (HR Al-Baihaqi).

2. Melafalkan kalimat syahadat

Dalam kitab Ithminanul Qulub Bidzikri’Allamil Ghuyub berisikan tentang keutamaan melafalkan kalimat syahadat, yaitu sebaiknya bagi seorang muslim mengisi waktu penuh berkah untuk melafalkan kalimat syahadat, La ilaha illallah Muhammadur Rosulullah, khususnya pada bulan Syaban serta malam pertengahannya.

3. Beristighfar

Sudah sepatutnya kita sebagai hamba Allah untuk selalu beristigfar, karena tidak ada satupun hamba Allah yang tak luput dari salah dan dosa.

Sedangkan Allah senantiasa membuka pintu maaf untuk semua hamba-Nya, oleh sebab itu berigtifarlah selagi ada kesempatan.

Sayyid Muhammad bin Alawi pada kitab Ithminanul Qulub menjelaskan: Istghfar merupakan salah satu amalan utama yang seharusnya menjadi kebiasaan semua umat beragama Islam dalam kesehariannya. Terutama pada waktu khusus atau waktu yang memiliki keistimewaan seperti malam nisfu Syaban, dimana dengan melatunkan kalimat istighfar maka akan membuka pintu rezeki. Seperti yang sudah dijelaskan dalam hadits Al-Quran bahwa bulan Syaban merupakan bulan ampunan, dan terkabulnya doa – doa terbaik untuk hama-Nya.

4. Membaca surah Yasin (3x)

Selain doa diatas, pada malam nisfu Syaban disunnahkan untuk membaca surah Yasin sebanyak tiga kali. Niat pembacaan surah Yasin pertama untuk memohon diberikan umur panjang ( yang berkah), niat yang kedua adalah untuk dijauhkannya segala bentuk musibah, bala / marabahaya secara lahir batin, dan untuk niat pembacaan Yasin yang ke tiga adalah untuk permohonan untuk dilapangkannya atau dibukakannya pintu rezeki di jalan Allah serta dikuatkannya iman sampai akhir hayat.

5. Melafalkan doa nisfu Syaban

Setelah membaca Surah Yasin sebanyak tiga kali maka diakhiri dengan membaca doa nisfu Syaban dibawah ini:

 اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ يَاذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ ظَهَرَ اللأَجِينَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَأَمَانَ الخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًا عَلَى فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتَارَ رِزْقِي وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمَ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ الهِي بِالتَّجَلِي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَ يُبْرَمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ البَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلامُ الغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bacaan latin: Allaahumma yaa dzal manni walaa yumannu ‘alaika ya dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath thouli wal in’aam laa ilaaha illaa anta, zhoharul laajiin, wa jaarol mustajiiriin, wa amaanal khoo-ifiin.

Allaahumma in kunta katabtanii ‘indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan awmahruuman awmathruudan awmuqtarron alayya fir rizqi famhu.

Allaahumma bifadhlika fii ummil kitaabi syaqoowatii wahirmaanii wathordil walq taaro rizqii wa atsbitnii indaka fii ummil kitaabi sa’iidam marzuuqom muwaffaqal lil khairaat. Fa innaka quita waqoulukal haqqu fii kitaabikal munzali ‘alaa nabiyyikal mursali, yamhul laahumaa yasyaa-u wayutsbitu wa’indahuu ummul kitaabi.

llaahil bittajallil a’zhomi fii lailatin nishfi min syahri sya’baanal mukarromillatii yufraqu fiihaa kullu amrin haklim wayubromu ishrif ‘annii minal balaa-l maa a’lamu wamaa laa a’lamu wa anta allaamu! ghuyuubi birohmatika yaa arhamar raahimiin.
Washollallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa’alaa aalihil washohbihi wasallam.

Artinya:

Ya Allah Tuhanku, wahai yang memiliki anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepadaMu, wahai Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, wahai yang mempunyai kekuasaan dan yang memberi nikmat, tiada Tuhan yang berhak disembah keculai Engkau, tempat bernaung bagi orang – orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi orang – orang yang ketakutan.

Ya Allah Tuhanku, jika Engkau telah menetapkan diriku di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) yang berada di sisiMu sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir atau disempitkan rezekinya sudilah kiranya Engkau menghapuskan.

Ya Allah Tuhanku, berkat karuniaMu apa yang ada dalam Ummul Kitab yaitu perihal diriku sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir dan sempit rezeki. Dan sudilah kiranya Engkau menetapkan di dalam Ummul Kitab yang ada di sisiMu agar aku menjadi orang yang berbahagia, mendapat rezeki yang banyak lagi beroleh kesuksesan dalam segala kebaikan karena sesungguhnya Engakau telah berfirman di dalam kitabMu Engkau utus. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan disisiNya ada Ummul Kitab.

Ya Tuhanku, berkat penampilan yang Mahabesar ( dari rahmatMu) pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia ini diperincikanlah segala urusan yang ditetapkan dengan penuh kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui serta yang lebih Kau ketahui ( daripada aku), dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat rahmatMu wahai yang maha penyayang diantara para penyayang.

Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga Dia melimpahkan salam sejahtera ( kepada mereka).”

 Itulah lima amalan malam nisfu Syaban yang dapat kita lakukan salah satunya adalah dengan berdoa, dan membaca surah Yasin. semoga informasi ini bermanfaat dan  dapat mengingatkan untuk menikatkan ibadah serta ketakwaan kita dibulan Syaban.

Sedekah Menolak Bala Yang Tak Banyak Orang Ketahui

Sedekah Menolak Bala Yang Tak Banyak Orang Ketahui

Sedekah Menolak Bala – Sebuah kutipan hadits yang tidak asing di telinga kita. Sedekah yang berarti mengeluarkan sebagian hal yang kita miliki baik berupa harta, tenaga, dan ilmu. Yang mana merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap berjuta-juta nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita.

Sedekah bisa kita lakukan hanya dengan memberikan senyum, mengajarkan ilmu. Hingga memberikan harta yang kita miliki untuk mereka yang membutuhkan, atau mendanai kegiatan sosial dan dakwah.

Kita sudah mengetahui bahwa bersedekah memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk orang yang mendapatkan sedekah, tetapi juga untuk orang yang memberikannya. Manfaat sedekah yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas antara lain mendapatkan pahala dan berkah dari Allah SWT, membuka pintu rezeki, menjaga keikhlasan hati, menghindarkan diri dari sifat kikir, meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis, serta berbagai manfaat lainnya.

Sedekah Menolak Bala

Selain itu, salah satu manfaat yang pernah ditegaskan Rasulullah SAW melalui sabdanya adalah menghindarkan diri kita dari bencana, musibah, dan menolak bala. Hal ini pernah diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Thabrani.

Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo)” (HR. Baihaqi dan Thabrani).

Dari hadits tersebut kita dapat mengetahui bahwa ketika kita melakukan amal kebaikan maka hal tersebut dapat menolak bala atau musibah yang mungkin akan terjadi. Sebab, Allah SWT mengetahui segala yang terjadi di dunia ini dan memberikan ujian kepada hamba-Nya sesuai dengan hikmah-Nya.

Jadi, apabila kita memberikan sedekah dengan tulus dan ikhlas, maka Allah SWT akan memberi kita pertolongan dalam menghadapi ujian yang sedang kita alami.

Dan sebaliknya, apabila kita bersedekah dengan mengharapkan balasan dari orang lain atau pujian yang membuat kita tidak ikhlas, maka kita tidak akan mendapatkan manfaatnya. Yang ada, kita hanya akan mengeluarkan apa yang kita miliki dan mendapatkan apa yang kita niatkan.

Niat menjadi salah satu hal penting ketika kita melakukan sesuatu. Hal ini tertulis pada hadits arba’in an-Nawaiyah ke-1 yakni, ”Sesungguhnya setiap amal itu dengan/tergantung niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang diinginkan…”.

Jelaslah dari hadits tersebut, bahwa segala yang kita lakukan akan tergantung pada niat kita. Apabila kita tidak tulus dan ikhlas untuk bersedekah, melainkan hanya mengharapkan balasan dan pujian dari orang lain, maka hanya itulah yang akan kita dapatkan.

Amalan Berjuta Kebaikan

Sedekah merupakan amal kebaikan yang sangat teranjurkan dan memiliki banyak manfaat. Sehingga, sebagai manusia yang beriman, kita harus senantiasa berusaha untuk melakukan sedekah dengan tulus dan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan dari orang penerima sedekah kita. Kita juga harus selalu mengingat bahwa Allah SWT akan memberikan ganjaran yang lebih besar bagi orang yang melakukan sedekah dengan tulus dan ikhlas.

Kita juga sudah seharusnya mengajarkan nilai-nilai sedekah dengan tulus dan ikhlas kepada generasi muda. Sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mengerti arti kebaikan serta kepedulian terhadap sesama. Dengan melakukan sedekah, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu diri kita sendiri dalam meperoleh kebahagiaan.

Oleh karena itu, mari kita selalu berusaha untuk bersedekah dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun hanya dengan memberikan sedikit waktu atau kebaikan kepada orang lain. Kita tidak pernah tahu betapa besar pengaruh dari kebaikan. Kita lakukan pada orang lain dan betapa besar manfaat yang bisa kita peroleh.

Semoga kita senantiasa Allah berikan kemampuan dan kesempatan untuk melakukan sedekah. Dalam kondisi apapun di kehidupan sehari-hari dan selalu terjauhkan dari segala macam bala musibah yang mengancam.

5 Keistimewaan Bulan Jumadil Awal, Nomer 2 Paling Sering Ditiru!

5 Keistimewaan Bulan Jumadil Awal, Nomer 2 Paling Sering Ditiru!

5 Keistimewaan Bulan Jumadil Awal, Nomer 2 Paling Sering Ditiru!

Jumadil Awal adalah bulan kelima dalam penanggalan kalender Islam atau Hijriah. Nama Jumadil Awal diambil dari kata jumadi yang artinya beku dan dingin, sedangkan awal berarti pertama.

Mengutip buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah karya Ida Fitri Shohibah (2012: 14), dinamakan Jumadil Awal karena bulan ini merupakan awal terjadinya musim dingin di negeri Arab. Pada saat itu, udara yang berembus sangat dingin hingga menyebabkan mata air menjadi beku.
Selain itu, bulan Jumadil Awal juga dikatakan sebagai bulan penuh keistimewaan. Sebab, banyak peristiwa penting dan berkesan yang terjadi di bulan ini. Lantas, apa saja keistimewaan bulan Jumadil Awal?

Keistimewaan Bulan Jumadil Awal

Merujuk pada buku Keistimewaan Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid (2019: 07), beberapa peristiwa penting dalam Islam yang terjadi pada bulan Jumadil Awal sehingga membuat bulan ini begitu istimewa meliputi:

1. Lahirnya Imam Al Ghazali dan Imam Ali Zainal Abidin

Jumadil Awal merupakan bulan kelahiran beberapa ulama dan awliya besar, seperti Imam Al Ghazali dan Imam Ali Zainal Abidin. Imam Al Ghazali lahir pada pertengahan abad ke-5 Hijriah, tepatnya pada tahun 450 H/1058 M. Sementara Imam Ali Zainal Abidin lahir pada 5 Sya’ban, tepatnya tahun 38 H/658 M.

2. Nabi Muhammad SAW Menikahi Khadijah

 Jumadil Awal juga menjadi peristiwa paling berkesan bagi Nabi Muhammad SAW. Karena pada bulan ini, Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah binti Khuwalid. Khadijah merupakan perempuan yang paling Rasulullah cintai. Khadijah juga menjadi satu-satunya orang yang Allah SWT titipkan salam untuknya melalui Malaikat Jibril saat bertemu Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga : Pengertian Wakaf
Dalam sebuah kisah menyebutkan  selama 25 tahun pernikahan mereka, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menikah dengan perempuan lain. Beliau sangat menjaga perasaan Khadijah.

3. Pertempuran Moota

Pertempuran Moota terjadi pada bulan ini. Moota adalah nama sebuah kota di Suriah yang menjadi tempat terjadinya pertempuran ini.

Nabi Muhammad SAW tidak berpartisipasi dalam pertempuran ini. Rasulullah SAW menunjuk Khalid bin Walid secara langsung sebagai jenderal untuk memimpin Pertempuran Moota. Khalid bin Walid secra langsung oleh Nabi Muhammad tunjuk sebagai jenderal keempat dari pertempuran Moota. Khalid bin Walid juga mendapat julukan sebagai “salah satu pedang Allah”.Kata Moota berasal dari nama sebuah kota pada Suriah yang menjadi tempat pertempuran ini

4. Perang Al Ashirah

Pertempuran yang juga terjadi di bulan Jumadil Awal adalah perang Al Ashirah. Perang ini berlangsung pada tahun kedua hijriah yang  Nabi Muhammad SAW pimpin secara langsung.
Beruntung, pertempuran ini tidak berlangsung sengit. Sebab, kala itu terdapat perjanjian damai antara Rasulullah SAW dengan Bani Mudlij dan penyokong mereka yaitu Bani Hamzah.
Mengambil kutipan pada buku berjudul ‘Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah’ oleh Ida Ditri Shohibah, peperangan “Al-Ashirah” pada tahun kedua hijriah, dipimpin oleh nabi Muhammad SAW.
Tidak terjadi pertempuran karena perjanjian damai antara Rasulullah SAW dengan Bani Mudlij serta penyokong mereka Bani Hamzah.

5. Wafatnya Sahabat Nabi

Beberapa sahabat Nabi juga diketahui wafat di bulan Jumadil Awal, di antaranya:
  • Zaid bin Haritsah, sahabat Nabi Muhammad SAW sekaligus pemeluk Islam paling awal dari kalangan bekas budak Nabi Muhammad SAW.
  • Ja’far bin Abi Thalib, merupakan putra dari Abu Thalib dan sepupu dari Nabi Muhammad SAW sekaligus kakak dari Khalifah ke-4 yaitu Ali bin Abi Thalib.
  • Abdullah Ibn Rawaahah, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW.

    Banyak kejadian yang berkesan terkait bulan ini. Pada bulan ini menjadi bulan ketangguhan bagi sahabat nabi dalam mempertahankan keislaman yang telah mereka yakini. Mereka adalah Abdullah bin Zubair bin Awwam serta ibunya Asma’ binti Abu Bakar.

    Pada 17 Jumadil Awal merupakan hari ketika Abdullah terkena hukuman oleh penguasa yang zhalim pada masa itu. Sedangkan Asma’ binti Abu Bakar merupakan sahabat nabi yang luar biasa dan teguh pendirian terhadap Islam, meskipun selalu mendapat tekanan dan siksaan karena keyakinannya.

    Semoga bermanfaat sahabat!

Inidia Keutamaan Zikir Pada Hari Kamis

Inidia Keutamaan Zikir Pada Hari Kamis

Zikir pada hari kamis – hari kamis adalah hari kelima dalam kalender islam, merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab “ khomsatun” berarti lima.

Dalam islam hari kamis merupakan salah satu hari Istimewa karena pada hari kamis diangkatnya amalan kita kepada Allah SWT, hal tersebut diperkuat oleh hadits yang disampaikan oleh Rasulullah dengan sabda:

“ Amalan manusia akan diangkat pada hari senin dan kamis, oleh sebab itu aku menyukai perbuatan amal ku diangkat pada saat dalam keadaan berpuasa.” ( HR.At-Tirmidzi)

Selain diangkatnya amalan kita terdapat keutamaan lainnya seperti hari dibukakannya pintu surga, keberkahan bagi para penuntut ilmu, dan merupakan hari dimana Rasulullah sering melakukan perjalanan. Oleh sebab itu sangat disunahkan untuk melakukan amalan terutama zikir pada hari kamis agar mendapatkan keberkahan dari keutamaan tersebut.

Bacaan Zikir Pada Hari Kamis

Zikir memiliki arti “ mengingat” merupakan amalan beribadah kepada Allah SWT dengan cara membaca tahmid, tasbih maupun takbir yang penting untuk dilakukan oleh semua kaum muslimin. Dengan begitu akan mendatangkan pahala serta kebesaran Allah SWT. Berkut ini adalah amalan zikir yang dapat dilakukan pada hari kamis.

  1.  

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ

Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim

Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung”


Hadits Al-Bukhari dan Muslim  menjelaskan pentingnya mmebaca zikir subhan Allahi wa bihamdih:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: من قال حين يصبح: سبحان الله وبحمده مائة مرة، غفرت ذنوبه وإن كانت أكثر من زبد البحر

Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersabda, ‘Subhan-Allahi wa bihamdih’ seratus kali ketika pagi, dosa-dosanya akan dilenyapkan bahkan jika mereka sama dengan luasnya buih di laut.” (Al-Bukhari dan Muslim).

2.

سْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً

“Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.”

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik”

4.

لَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma afini fi badani allahumma afini fi sam’i allahumma afini fi bashari la ilaha illa anta

Artinya: “Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada badanku. Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada pendengaranku.

Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada penglihatanku. Tiada sesembahan kecuali engkau.”

Keutamaan  Zikir Pada Hari Kamis

Bersumber dari buku berjudul Doa dan Zikir khusus Wanita karangan Muhammad Alcaff , menjelaskan bahwa Fatimah Az Zahra selama hidupnya pada hari kamis selalu melafalkan doa :

“Allhumma innii as’aluka hudaa wattuqaa wal ‘afaafa wa ghinaa wal ‘amala bima tuhibbu watardhaa, allhumma inni as’aluka mon quwwatika lidha’finaa wa min ghinaaka lifaqrinaa wa faaqatinaa, wamin hilmika wa ‘ilmika li jahlinaa, allahumma shalli ‘alaa muhammadin wa ‘aali muhammadin, wa a’innaa ‘alaa syukrika wa dzikrika, wa thaa’atika wa ‘ibaadatika, birahmatika yaa arhamar raahimiin.”

Artinya: Ya Allah, aku memohon petunjuk pada-Mu dan kehormatan dan kekayaan serta beramal sesuai dengan apa yang Engkau cintai dan ridhai. Ya Allah, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami. Ya Allah, sampaikanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.

  1. Merupakan perintah Allah

Diperkuat dengan surat Al-Ahzaab ayat 41 berbunyi:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.

2. Akan dijanjikannya surga

Dijanjikannya surga dalam berzikir tercantum dalam surat Al-Ahzaab ayat 35:


وَالذَّاكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذَّاكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

Artinya: Laki-Laki dan Perempuan yang banyak menyebut (Nama) Allah, Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

3. Allah akan selalu dengan orang yang selalu berzikir kepada-Nya

Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah ra menjelaskan bahwaa Nabi Muhammad SAW telah bersabda bahwa Allah SWT berfirman:

“Aku bersama sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia menyebut-Ku. Jika dia menyebut-Ku dalam dirinya, Aku pun menyebut-Nya dalam diri-Ku. Dan apabila dia menyebut-Ku di hadapan orang banyak, Aku pun menyebutnya di hadapan orang-orang yang lebih baik dari mereka.” (HR. Bukhari nomor 6865 dan Muslim nomor 4832)

Itulah zikir pada hari kamis serta keutamaannya, semoga informasi ini bermanfaat dan dapat mengingatkan kepada kita untuk senantiasa berzikir kepada Allah agar  mendapatkan keberkahan maupun kebesaran Allah

4 Zikir Penenang Hati yang Wajib Diketahui

4 Zikir Penenang Hati yang Wajib Diketahui

Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban untuk beribadah kepada Allah. Dengan perbanyak ibadah kepada Allah maka akan kita dapatkan sebuah keberkahan atas kebesaran Allah seperti dilancarkannya rezeki, dipermudah usaha kita, serta memberikan ketenangan di hati kita.

Terdapat banyak cara dalam beribadah kepada Allah dan zikir adalah salah satunya. Amalan dengan menyebut nama Allah memiliki keutamaan serta manfaat baik dari segi spikologis maupun spiritual untuk keberlangsungan kehidupan manusia.

Ibnu Athaillah menyatakan bahwa dengan berzikir sebagai cara utama dalam menempuh perjalanan lilahi, sehingga sangat dianjurkan untuk berzikir meskipun dengan hati yang lalai.

Ibnu Ajibah menjelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk berzikir menyebut nama-Nya  secara terus menerus.


قلت الذكر ركن قوي في طريق القوم وهو أفضل الأعمال قال الله تعالى اذكروني أذكركم وقال تعالى “يا أيها الذين آمنوا اذكروا الله ذكراً كثيراً” والذكر الكثير أن لا ينساه أبداً قال ابن عباس رضي الله عنهما كل عبادة فرضها الله تعالى جعل لها وقتاً مخصوصاً وعذر العباد في غير أوقاتها إلا الذكر لم يجعل الله له وقتاً مخصوصاً قال تعالى “اذكروا الله ذكراً كثيراً” وقال تعالى “فإذا قضيتم الصلاة فاذكروا الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبكم” وقال رجل يا رسول الله كثرت على شعائر الأسلام فأوصني بأمر أدرك به ما فاتني وأوجز فقال لا يزال لسانك رطباً بذكر الله وقال عليه السلام لو أن رجلاً في حجره دراهم يقسمها وآخر يذكر الله لكان الذاكر لله أفضل

Artinya:

“Menurutku, dzikir adalah pilar utama dari perjalanan ditempuh para sufi. Ia adalah amalan paling utama. Allah berfirman,” Sebutlah nama-Ku, Aky akan menyebut namamu” dan “Wahai orang – orang yang beriman, sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak.” Maksud dari” sebutan yang banyak” adalah tidak melupakan Allah di hati selamanya. Ibnu Abbas berkata: Allah menemukan waktu-waktu khusus untuk semua ibadah dan memaafkan hamba-Nya yang menunaikan ibadah itu di luar waktunya kecuali ibadah dzikir karena Allah tidak menentukan waktu khusus untuk ibadah ini. Allah berfirman,” Sebutlah nama Allah dengan sebutan yang banyak” dan “ Bila kamu sekalian telah menunaikan sebahyang, maka sebutlah nama Allah saat duduk, berdiri dan berbaring.” Seorang sahabat Rasul bertanya: Ya Rasul, syiar Islam kelewat banyak. Sebutlah satu amalan ringkas untukku dimana aku dapat menyusul ketertinggalan di masa lalu?” Jagalah lisanmu agar selalu basar menyebut nama Allah,” jawab Rasul dengan senyum. Rasulullah SAW bersabda,” Kalau ada seseorang memiliki banyak dirham di pangkuannya lalu ia membagikannya sampai habis, lalu seorang lagi hanya berdzikir menyebut nama Allah, niscaya orang kedua lebih utama di sisi-Nya.” (Ibnu Ajibah, Syarhul Hikam, Beirut, Darul Fikr, jus 1, hal 79-80).

Zikir Penenang Hati Waktu Pagi dan Petang

Kita ketahui bawah dengan sering berdzikir kita akan mendapatkan keberkahan salah satunya ketenangan batiniah. Dalam surat Al Ahzab ayat 42 menjelaskan bahwa Allah memerintakan kita untuk bertasbih kepada-Nya diwaku pagi dan petang. Berikut ini adalah beberapa bacaan dzikir yang dapat dilakukan sebagai zikir penenang hati

1.Membaca Ta’awud ( 1x)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.” 

2. Ayat Kursi (1x)

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ



Allohu laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa nauum, la Huu maa fis samawaati wa maa fil ardh, mann dzalladzii yasyfa’u ‘inda Huu, illa bi idznih, ya’lamu maa bayna aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiituuna bisyayim min ‘ilmi Hii illaa bi maa syaa’, wa si’a kursiyyuus samaawaati walardh, wa laa yauudlu Huu hifdzuhumaa, wa Huwal ‘aliyyul ‘adziiim.



Artinya: “ Allah, tidak ada Tuhan ( yang berhak disembah) selain Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) , tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dna di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang dihadapkan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS.Al Baqarah : 255)

3. Al-Ikhlas (3x)

بسم الله الرحمن الرحيم 

Bismillahirahmanirrahim

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ١ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ٤

Qul huwa Allahu ahad Allahus Shamad Lam yalid wa lam yuulad Wa lam ya kullahu kufuwan ahad. 

Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah Yanag Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhkluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan kejahatan – kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.

4. An-Naas (3x)

بسم الله الرحمن الرحيم

Bismillahirahmanirrahim


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ – ١

Qul a’uudzu bi rabbin naas
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦

Malikin-nās
اِلٰهِ النَّاسِۙ – ٣

Ilāhin-nās
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ – ٤

Min sharril-waswāsil-khannās
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ -٥

Allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ – ٦
Minal-jinnati wan-nās

Artinya: “ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan ( kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.”

Demikian diskusi kita mengenai 4 zikir penenang hati waktu pagi dan petang hari, semoga informasi ini bermanfaat dan mengingatkan  kepada kita untuk selalu berzikir di pagi dan petang hari agar kita mendapatkan keberkahan serta ketenangan sebelum menjalankan aktivitas.­

Sholawat Jibril Penarik Rezeki Paling Kuat Dari Segala Arah

Sholawat Jibril Penarik Rezeki Paling Kuat Dari Segala Arah

Membaca sholawat Jibril penarik rezeki paling kuat dari segala arah – merupakan amalan mulia yang mendatangkan kebesaran rahmat dari Allah SWT karena merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh kaum muslimin kepada Nabi Muhammad SAW.

Terdapat dalil yang memerintahkan untuk melafalkan sholawat kepada Muhammad SAW dalam Al-Quran surat Al-Ahzab, berbunyi:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا



Artinya:

“ Sesungguhnya Allah serta malaikat-malaikat-Nya melafalkan sholawat untuk Muhammad SAW. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah engkau untuk Nabi serta ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Dalam bahasa sholawat Nabi adalah bentuk jamak dari kata sholla yang berarti doa. Secara istilah shalawat merupakan bentuk doa serta pujian kepada Muhammad SAW sebagai wujud beriman kepada Allah SWT.

Allah bersholawat kepada Nabi merupakan bentuk keridhaan serta kerahmatan namun ketika para malaikat bershalawat  kepada Muhammad SAW  merupakan wujud doa dan istighfar sedangkan bersholawat yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW adalah bentuk pengagungan serta doa kepada Muhammad SAW.

Dalam riwayat Abu Darda ,Rasulullah SAW menjelaskan bahwa mengajarkan kita untuk perbanyak sholawat pada hari Jumat, dengan sabda:

“أَكْثِرُوا عليَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَإِنَّهُ يَوْمٌ مَشْهُودٌ، تَشْهَدُهُ الْمَلَائِكَةُ”



            Artinya: “ Perbanyak membaca shalawat untukku di hari Jumat, karena sesungguhnya hari Jumat itu adalah hari yang disaksikan oleh para malaikat.” Salah satu sholawat yang disunahkan adalah dengan melafalkan shalawat jibril.

Sholawat Jibril Penarik Rezeki Paling Kuat Dari Segala Arah

Terdapat anjuran untuk bersholawat tertulis dalam Al-Quran surah Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya:

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, Wahai orang – orang yang beriman, bersholawatlah kamu kepada Nabi dan lafalkan salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Imam Bukhari mempertegas dengan menjelaskan dalam Ka’b ibnu Ujrah menjelaskan tentang cara bersholawat kepada Muhammad SAW, yang berbunyi:

“ Wahai Rasulullah, adapun cara mengucapkan salam penghormatan kepadamu kami seudah mengetahuinya. Maka bagaimanakah cara bersholawat untukmu?” Rasulullah SAW menjawab: Ucapkanlah Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada keluarga ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi maha Agung. Ya Allah, limpahkannlah berkah kepada Muhammad SAW berserta keluarganya, seperti Engkau limpahkan berkah kepada keluarga Ibrahim. Dan sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.”

Sholawat yang dimaksud merupakan sholawat Ibrahimiyah, dimana menganjurkan untuk bersholawat jibril setelah melafalkan sholawat Ibrahimiyah.

Bacaan Sholawat Jibril


صَلَّىاللهُعَلَىمُحَمَّد

Shallallaahu ‘ala Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Artinya: “(Ya Allah) berikanlah tambahan rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga.

Keutamaan Sholawat Jibril Penarik Rezeki Paling Kuat Dari Segala Arah

Kitab Afdholus Sholawat  menjelaskan bahwa Sholawat Jibril memiliki banyak keutamaan, yaitu:

1.Terbukanya 70 Pintu Rahmat

Al-Imam Asy-Syarani berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa barang siapa yang melafalkan sholawat ini maka akan dibukakan ke atas tujuh puluh pintu rahmat, Allah akan letakkan kecintaanNya pada kalbu-kalbu manusia.

2. Penarik Rezeki

Habib Umar bin Hafidz berkata bahwa dengan melafalkan shoalwat jidbril sebanyak 1000 dan beristighfar 100 kali pada pagi hari dan sore hari maka akan dilancarakannya  rezeki serta keberkahannya.

3. Lebih Dekat dengan Rasulullah

Ali-Khawwas menjelaskan, dari kutipan Al-Imam Asy-Syarani,Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : “ Keadaan paling dekat denganku bagi seseorang dariapda kalian ialah apabila aku disebut, dia bersholawat ke atasku. Kami riwayatkan dari kebahagiaan Al-Arifin, dari Al-Khidir, dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam, dan kedua pada sisi kami adalah sohih, setinggi – tingginya derajat shohih, meski tidak ada ketetapan oleh para ahli ilmu hadits,  karena sulitnya istilah – istilah mereka.

4. Dicintai oleh Allah dan Rasul

As Sakhawi berkata, ia telah mendengar Al-Khidir dan Ilyas berkata bahwa Muhammad SAW pernah bersabda:

“ Tiadalah seorang yang beriman mengucapkan, semoga Allah melimpahkan shoalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Demi Allah tiadalah mereka mencintainya sehingga Allah mencintainya.

Itulah keutamaan sholawat jibril penarik rezeki paling kuat dari segala arah semoga informasi ini bermanfaat. Yuk tingkatkan ibadah kita dan jangan lupa bersholawat dengan melafalkan shoalwat Jibril  disetiap malam jumat  agar kita mendapatkan keberkahan serta dilancarkannya pintu rezeki kita.

7 Dosa Yang Tidak Diampuni Allah Beserta Haditsnya

7 Dosa Yang Tidak Diampuni Allah Beserta Haditsnya

Pada dasarnya melakukan kesalahan merupakan suatu kewajaran, namun menjadi tidak wajar apabila kita tidak berbenah diri untuk tidak mengulanginya lagi. Bahkan  dapat menjadi dosa besar apabila kita belanggar sesuatu hal yang tidak boleh atau haram untuk dilakukan, dan apabila tetap dilakukan akan mendapatkan dosa besar.

Memohon ampunan dari perbuatan dosa adalah wajib yang harus dilakukan, namun tidak semua dosa dapat diampuni. Naudzubilah min dzalik jangan sampai kita melakukan sesuatu hal dimana dosa yang tidak diampuni ketika kita berniat untuk bertaubat memohon ampunan kepada Allah.

Dosa yang tidak diampuni merupakan dosa besar meskipun telah bertaubat. Dalam hadits HR.Bukhari menjelaskan:

اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ اَلشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِىْ حَرَّمَ اللهُ اِلاَّ بِالْحَقِّ وَاٰكِلُ الرِّبَا وَاٰكِلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ (رواه البخارى ومسلم)

Jauhilah tujuh (dosa) yang merusak! Para sahabat bertanya, Rasulullah apakah itu? Beliau menjawab, syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah diharamkan, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang, menuduh zina terhadap wanita-wanita yang menjaga kehormatan.” (HR. Bukhari)

Dosa Yang Tidak Diampuni Allah

Dalam buku Dosa Dosa Besar oleh Imam Adz-Dzhabi menjelaskan terdapat 7 dosa yang tidak diampuni oleh Allah:

  1. Sihir

Imam adz-Dzahabi menjelaskan bahwa sihir merupakan dosa besar dan seseorang yang mempelajari ilmu sihir adalah orang yang kafir. Karena mempelajari ilmu sihir sama saja dengan menyembah kepada setan, seharusnya manusia diciptkan  untuk beriman hanya kepada Allah.

Dalam Al-Quran menjelaskan tentanga asal mula adanya sihir:

ى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (البقرة: 102)

Artinya: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir.” Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui” (QS. al-Baqarah: 102).

Hadits diatas menjelaskan bahwa asal mula sihir dibawakan oleh malaikat Harut dan Marut. Ditugaskan untuk mengejarkan tentang bahaya penyalahgunaan ilmu sihir kepada warga Babilonia, namun sayangnya dipersalahgunakan oleh warga Babilonia sehingga membuat kota menjadi hancur.

2. Memakan Riba

Haram hukumnya memakan riba, merupakan hasil nilai tambah dari suatu pinjaman yang merubah jumlah nilai nominal sehingga memberatkan sipeminjam  hal tersebut telah diperkuat dengan adanya hadits dari surat Al-Baqarah ayat 275  berbunyi:

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ



Artinya:

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

3. Memakan  Harta Anak Yatim

Dosa besar selanjutnya adalah memakan harta anak yatim, kita ketahui bahwa anak yatim dalam Islam memiliki kedudukan istimewa dan mendapatkan berbagai keutamaan di sisi Allah.

Surah An-Nisa Ayat 10 Allah berfirman:

اِنَّ الَّذِيۡنَ يَاۡكُلُوۡنَ اَمۡوَالَ الۡيَتٰمٰى ظُلۡمًا اِنَّمَا يَاۡكُلُوۡنَ فِىۡ بُطُوۡنِهِمۡ نَارًا‌ ؕ وَسَيَـصۡلَوۡنَ سَعِيۡرًا

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala (neraka).” (An Nisa: 10)

4. Meninggalkan Perang

Meninggal dalam keadaan perang membela kebenaran dalam Islam dijanjikan sebuah surga baginya, namun sebaliknya bagi seseorang yang mundur meninggalkan perang (Jihad) dalam membela agama Islam maka hukumnya haram.

Surat Al-Anfal ayat 15-16 berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلا تُوَلُّوهُمُ الأدْبَارَ (15) وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (16) }

Artinya:


Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan orang-orqng yang kafir yang sedang menyerang kalian, maka janganlah kalian 
 membelakangi mereka (Mundur). Barang siapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.”

5. Syirik

Perbuatan yang mempersekutukan dan menyekutukan kepada Allah SWT merupakan dosa besar yang tidak akan diampun, karena hal tersebut merupakan perbuatan yang tidak mempercayai akan kebesaran Allah.

 Dalam surat An Nisa ayat 116 menjelaskan tentang syirik, berbunyi:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

Artinya: “ Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.”

6. Membunuh Orang

Barang siapa yang menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja maka ia telah membuat kekacauan di bumi, dan Allah akan memasukkanya ke dalam neraka jahanam.

Hal tersebut diperkuat dengan surat Al Maidah ayat 32 berbunyi :

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ ۛ كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَآ اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًا ۗوَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَرْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

Artinya:

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.” (QS. Al-Ma’idah ayat 32)

7. Menuduh Berzina

Zina adalah perbuatan hubungan suami istri yang dilakukan tanpa adanya ikatan pernikahan. Menuduh seseorang melakukan zina merupakan perbuatan yang fasik. Seseorang yang telah berbuat dosa serta durhaka kepada Allah SWT.

Surat An Nuur ayat 4 menegaskan:

وَالَّذِيْنَ يَرْمُوْنَ الْمُحْصَنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَأْتُوْا بِاَرْبَعَةِ شُهَدَاۤءَ فَاجْلِدُوْهُمْ ثَمٰنِيْنَ جَلْدَةً وَّلَا تَقْبَلُوْا لَهُمْ شَهَادَةً اَبَدًاۚ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ۙ 

Artinya: “ Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur ayat 4)

Demikian pembahasan mengenai dosa yang tidak diampuni Allah, Naudzubillh min dzalik  semoga kita tidak menjadi golongan orang tersebut dan semoga diskusi ini dapat mengingatkan kita untuk selalu beriman kepada Allah dan menjahui larangnnya.

Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri

Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri

Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri – Sebagai umat manusia Allah SWT telah menyerukan untuk berlaku adil sebagaimana yang tertera dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 90 yang artinya:

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Pada ayat tersebut selain Allah menyerukan agar berlaku adil, namun dalam hal itu juga dianjurkan untuk turut melakukan sebuah kebajikan. Dimana berperilaku adil disini masih sering diartikan dengan kurang tepat. Banyak orang menganggap adil adalah berlaku sama kepada semua hal. Padahal belum tentu banyak peristiwa yang terjadi harus ditanggapi dengan perlakukan yang sama. Sebab terkadang dengan terlalu menyamaratakannya malah membuat ketidak baikan yang lebih buruk menghadap.

Oleh sebab itulah adil disini didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menempatkan sesuatu sesuai tempatnya, baik secara ukuran maupun kadarnya. Sehingga semua terasa pas tidak berlebihan ataupun kekurangan. Misalnya saja dengan memberikan uang jajan sekolah untuk anak yang masih sekolah dasar dengan anak yang sudah SMA akan berbeda. Yang mana untuk anak yang masih SD akan diberikan uang saku lebih kecil dibanding yang SMA. Karena keduanya akan memiliki lingkungan dan preferensi yang berbeda. Contohnya saja anak SMA akan lebih banyak memerlukan kebutuhan tambahan untuk tugas kelompok dan lain sebagainya. Berbeda dengan yang masih SD sebab tugas dan kewajibannya belum sebanyak orang yang lebih remaja.

Nah, apabila dalam benak kita masih berpikir bahwa adil semata-mata untuk orang lain saja. Nyatanya hal demikian tidak 100% tepat, sebab sebenarnya adil sendiri terbagi menjadi beberapa macamnya. Yang harus dapat disesuaikan agar semua berjalan sebagaimana mestinya dengan baik.

A. Macam-macam Adil

  • Sikap adil terhadap Allah SWT. Melalui hakikat adil tersebut kita harus mampu menempatkan Allah dihati kita sebagaimana seharusnya. Sebab Allah Sang Pencipta, Allah Tuhan Semesta Alam. Untuk itulah Hanya kepada Allah SWT kita berserah diri serta menyembah. Contoh bentuk kita berbuat adil terhadap Allah ialah dengan melakukan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Dengan begitulah kita mampu menempatkan Allah dihati kita dengan adil yang tidak melulu memikirkan kepentingan yang bersifat duniawi.
  • Sikap adil terhadap diri sendiri. Salah satu bahwa kita sudah bersikap adil terhadap diri sendiri ialah dengan menyayangi apa yang ada pada diri sendiri. Dengan memproteksi diri untuk terus melakukan kebaikan agar dirimu tidak kerepotan dan sengsara. Salah satunya dengan menghindari perbuatan maksiat yang tidak disukai Allah SWT. Sebab agar kita bisa terhindar dari azab yang perih atas dampak perbuatan yang tidak baik. Tidak sampai disitu memakan makanan yang sehat dan halal juga merupakan bentuk adil kita terhadap diri sendiri. Dengan begitu tubuh akan sehat dan terhindar dari perbuatan keji.
  • Sikap adil terhadap orang lain. Poin ketiga ini memang sudah umum diketahui sebagai dasar berlaku adil. Contohnya saja bagaimana sikap seorang anak terhadap orangtuanya yang tidak boleh disamakan dengan perilaku sembrono kala bersama teman. Sebab sikap terhadap orangtua memiliki batasan yang harus saling dihormati. Bahkan sekalipun pada orang yang dibenci tetap harus berlaku adil.
  • Sikap adil kepada makhluk lainnya. Tidak hanya kepada sesame manusia namun kita juga sangat dianjurkan untuk bersikap adil kepada makhluk lainnya seperti hewan, tumbuhan maupun lingkungan. Salah satu caranya dengan menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak menebang pohon sembarang, sebab hakikatnya pohon juga memberikan kebermanfaat bagi kelangsungan hidup. Serta tidak membuang sampah sembrono yang tak sesuai tempatnya. Sebab apa yang kau tuai itulah yang kau tanam. Dimana kebiasaan buruk terhadap lingkungan bukan tidak mungkin dampaknya akan langsung terasa yang salah satunya berdampak kurang baik kekesehatan.

Baca juga: Keutamaan Sedekah di Hati Jumat No 3 Jarang Orang Tau!

Nah, sebenarnya berbuat adil seperti itu bukanlah sebuah kerugian sebab banyak hal yang harus diperjuangkan dan dianggap melelahkan. Namun, justru sebaliknya setiap kebaikan yang Allah SWT anjurkan tidak lain tidak bukan hanya semata-mata sebagai tuntutan hidup agar terarah dan baik. Sebab sikap adil memiliki banyak keutamaan, salah satunya sikap  adil terhadap diri sendiri.

B. Sebutkan Keutamaan Adil Terhadap Diri Sendiri

  1. Dapat Meningkatkan Ketakwaan
sebutkan keutamaan adil terhadap diri sendiri

Oleh sebab kita melakukan keadilan terhadap diri sendiri, maka dengan sadar akan dirasakan langsung bagaimana manfaatnya kepada tubuh. Dengan begitu akan makin meningkatkan rasa syukur atas segala apa yang Allah SWT memang anjurkan. Atas kesadaran dan rasa syukur itulah yang saat semakin dipupuk akan menimbulkan ketakwaan yang terus meningkat seiiring meningkatnya rasa kedekatan kepada Allah SWT.

2. Membuat Kedamaian Dalam Hidup

sebutkan keutamaan adil terhadap diri sendiri

Dengan berlaku adil maka sama saja telah melakukan segala hak serta kewajiban yang seharusnya diri sendiri terima. Oleh karena itulah akan timbul rasa aman dalam jiwa yang akhirnya membuat hiduppun jauh lebih damai.

3. Meningkatkan Kualitas Hidup Jadi Lebih Baik

sebutkan keutamaan adil terhadap diri sendiri

Salah satu contoh ketika kita mulai berlaku adil terhadap diri sendiri ialah dengan mengetahui porsi dan bakat yang dimiliki. Contohnya saja saat kita mengetahui betapa terampilnya diri sendiri terhadap bidang kesenian yang kemudian diasah bahkan sampai mendatangkan materi serta keuntungan lainnya. Nah hal demikianlah yang ujung-ujungnya membuat hidup lebih terarah dan berjalan dengan baik seiring dengan terus berkembangnya kemampuan diri.

4. Membuka Rezeki

Hidup tidak selalu tentang bersantai diri dan healing saja. Oleh karena itu dengan mengetahui batasan-batasan mana waktuny bekerja, mana waktunya bermain serta mana waktunya untuk mengembangkan diri. Maka keadilah yang diri sendiri berikan akan membuat perkembangan yang cukup signifikan pada diri sendiri. Yang karenanya bisa menjadi peluang untuk mendapat rezeki yang lebih yang bahkan tidak diduga-duga datangnya darimana.

Baca juga: Tujuh Penghambat Rezeki Datang Nomor 2 Sering Tak Disadari!

5. Membuat Hidup Jadi Lebih Bahagia

Sering kali seseorang menyakiti diri sendiri untuk mencapai hal yang diinginkan atau ketika gagal mendapat sesuatu yang semestinya diperoleh. Dimana mereka pikir dengan menyiksa diri maka keberhasilan akan lebih mudah diraih. Padahal semua butuh porsinya begitupun dengan tubuh. Kapan harus beristirahat, kapan harus beribah serta kapan harus bekerja. Nah biasanya ketenangan akan datang menghampiri disaat semuanya sudah berjalan dengan seimbang. Sehingga membuat pikiran jadi lebih bebas dan tanpa beban berlebih. Dengan begitu hiduppun akan jadi lebih bahagia.

Sedekah Mampu Menaikkan Level Bahagia?

6. Mampu Mengevaluasi Diri Sendiri

Terbiasa dalam berlaku adil pada diri sendiri akan memudahkanmu untuk mengetahui letak kesalahan yang telah terjadi. Sehingga tidak berlarut hanya dijadikan sebuah penyesalan namun mengubahnya dengan cepat agar sesuai yang semestinya.

7. Menanamkan Kejujuran

Karena terbiasa dalam mengevaluasi diri dan menempatkan sesuatu sesuai porsinya. Alhasil kita akan mudah melakukan kejujuran dan bahkan kejujuran tersebut tertanam dengan sendirinya.

Demikianlah penjelasan dari artikel “sebutkan  keutamaan adil terhadap diri sendiri” semoga bermanfaat dapat memotivasi diri sendiri untuk terus bersikap adil baik kepada sesama maupun kepada diri sendiri.

Hari Valentine Menurut Islam, Sahabat Wajib Paham!

Hari Valentine Menurut Islam, Sahabat Wajib Paham!

Hari Valentine Menurut Islam – Seorang Muslim harus saling mencintai dan menyebarkan cinta di antara orang-orang tanpa memandang warna kulit, ras, agama atau bahkan latar belakang. Namun, ini tidak berarti bahwa kita harus kehilangan identitas dan meniru tradisi dari ras lain.

Namun sayangnya, seperti halnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan, banyak umat dari golongan muslim yang justru mengikuti musuh Allah SWT dalam sebagian ritual dan adatnya.

Sebagaimana Abu Sa’id Al Khudri, Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dia berkata bahwa Utusan Tuhan, Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata:

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim).

Salah satu contohnya yaitu kini anak muda termasuk umat Islam banyak memperingati Hari Valentine, atau yang kita kenal dengan Hari kasih sayang. Merayakan hari tersebut setiap tanggal 14 Februari yang mana mereka mengganggap itu sebagai wujud cinta atau kasih sayang.

Lantas, Apa Hari Valentine menurut Islam?

Sebelum mengetahui bagaimana Hari Valentine menurut Islam, Sahabat juga harus mengetahui sejarah hari kasih sayang sendiri.

Sejarah Hari Valentine

Februari telah lama dikenal sebagai bulan romansa dan Hari St. Patrick. Hari Valentine seperti yang kita kenal sekarang membawa sisa-sisa tradisi Kristen dan Romawi kuno. Tapi siapa Saint Valentine dan bagaimana hubungannya dengan ritual kuno ini?

Gereja Katolik Roma mengakui setidaknya ada tiga santo berbeda bernama Valentinus atau Valentinus. Menurut salah satu legenda, Valentine adalah seorang pendeta yang melayani Roma pada abad ketiga. Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria yang belum menikah adalah prajurit yang lebih baik daripada mereka yang memiliki istri dan keluarga, dia melarang pernikahan dengan orang muda. Menyadari ketidakadilan keputusan tersebut, Valentine menentang Claudius. Ia secara diam-diam terus menikahi pria muda. Ketika Claudius mengetahui perbuatan Valentine tersebut, ia memerintahkan kematian untuknya.

Cerita lain mengatakan bahwa Valentine mati karena berusaha membantu orang Kristen melarikan diri dari penjara Romawi, yang mana mereka sering kena pukul dan mengalami siksaan parah. Menurut legenda, Valentine yang dipenjara mengirimkan “salam Hari Valentine” pertama setelah jatuh cinta dengan seorang gadis muda yang mengunjunginya saat kelahirannya.

Sebelum kematiannya, dalam cerita ia telah menulis surat bertanda “Dari Valentine”, sebuah ungkapan yang masih populer sampai sekarang. Meskipun legenda Valentine tersebut masih belum dapat terbukti kebenarannya. Semua cerita menggambarkan pada sosok yang simpatik, heroik, dan romantis.

Festival Pagan Lupercalia

Kisah Hari Valentine tidak berakhir begitu saja. Beberapa percaya bahwa perayaan Hari Valentine untuk memperingati kematian seorang pria bernama Valentine. Sementara yang lain mengklaim bahwa itu adalah upaya gereja Kristen untuk “mengkristenkan” dengan festival pagan Lupercalia.

Perayakan Lupercalia pada tanggal 15 Februari merupakan sebuah festival kesuburan. Orang mendedikasikannya untuk Faunus, dewa pertanian Romawi, dan pendiri Romawi Romulus dan Remus.

Pada tahap ini untuk memulai festival. Para anggota Luperci dan pendeta Romawi, berkumpul di gua suci tempat bayi pendiri Roma, Romulus dan Remus. Dalam cerita serigalalah yang merawat mereka. Para pendeta mengorbankan seekor kambing untuk kesuburan dan seekor anjing untuk penyucian. Kemudian mereka mengupas kulit kambing menjadi potongan-potongan kecil. Mencelupkannya ke dalam darah lalu berkeliling, selanjutnya dengan lembut memukuli wanita menggunakan kulit kambing tersebut.

Wanita Romawi menyambut baik sentuhan kulit kambing itu karena mereka mempercayai hal itu dapat membuat mereka lebih subur. Belakangan, menurut legenda, semua wanita muda di kota itu memasukkan nama mereka ke dalam guci besar. Kemudian setiap pemuda memilih nama secara acak, dan gadis yang namanya muncul harus menjadi pasangannya selama setahun. Tradisi ini sering berakhir dengan pernikahan.

Hari Valentine Menurut Islam

Dalam Islam, Hari Valentine merupakan sesuatu yang tidak boleh dirayakan. Karena melihat dari catatan sejarah Hari Valentine, jelas bahwa tradisi ini adalah hari raya non-Muslim dan juga merupakan bentuk paganisme.

Meski Hari Valentine memiliki nilai cinta dan kasih sayang, pada kenyataannya yang ada hanyalah cinta semu. Orang yang mengingat hari ini hanya mengandalkan cinta yang mana nafsu sebagai landasanya. Pada akhirnya mengarah pada perbuatan maksiat.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa merayakan Hari Valentine adalah ilegal menurut Islam. Pasalnya, 14 Februari yang identik sebagai peringantan valentine. Kebanyakan penuh dengan hal-hal yang tidak baik dan tidak berguna seperti berpesta, asusila, dan mabuk-mabukan.

Fatwa MUI #3 Tahun 2017 memperingatkan umat Islam bahwa merayakan Hari Valentine pada 14 Februari adalah haram. Hal ini berdasarkan pada alasan berikut:

  1. Hari Valentine bukan bagian dari tradisi Islam.
  2. Khawatirkan hari valentine dapat menjerumuskan pemuda muslim ke dalam maksiat seperti seks sebelum menikah.
  3. Hari Valentine bisa membawa kejahatan. Alasan kuat pandangan tentang Saint Valentine’s Day menurut Islam adalah bahwa tradisi ini bukan bagian dari tradisi Islam, meskipun asalnya terkait dengan perayaan non-Islam dalam paganisme.

Dalam Islam kita dilarang mengikuti atau meniru hari raya orang kafir. Larangan ini ditemukan dalam beberapa ayat, dan juga ditemukan dalam beberapa sabda Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya damai, dan dalam konsensus (ijma’) para ulama. Dalam salah satu hadits otentik, Nabi berkata, semoga dia memberkati dia dan memberinya kedamaian:

“Siapa yang seperti sekelompok orang, adalah bagian dari mereka.”

Rasulullah SAW bahkan memerintahkan kita untuk membedakan antara Yahudi dan Nasrani. Dia, memberkati dia dan memberinya kedamaian, berkata:

“Yahudi dan Kristen tidak benar-benar ingin mengubah uban, jadi mereka berbeda.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa kami berselisih paham dengan umat Yahudi dan Nasrani pada umumnya dan salah satu bentuk perselisihan tersebut adalah masalah uban. (Iqtidho’).

Hari Valentine adalah perayaan pagan yang kemudian menjadi bagian dari ritual agama Kristen. Menurut Islam, merayakan hari Valentine dilarang karena merayakan hari Valentine berarti meniru perayaan orang-orang kafir.

Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya, Kamu Wajib Tahu!

Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya, Kamu Wajib Tahu!

Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya – Menjadi salah satu bulan haram, bulan rajab sangat diistimewakan. Bulan Haram merupakan bulan yang mulia. Pada bulan haram umat muslim teranjurkan untuk dapat memperbanyak amalan. Amalan pada bulan ini mendapat banyak keutamaan .

Bulan Rajab merupakan bulan yang bisa umat Islam manfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan, salah satunya adalah bersedekah. Sedekah pada bulan Rajab merupakan amalan yang tidak boleh terlewatkan.

Yuk Sedekah Mudah

Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya

Keutamaan Bulan Rajab dan Amalannya


Buku Berburu Surga di Bulan Istimewa karya Miftah Fauzi menjelaskan bahwa makna bulan Rajab disampaikan langsung oleh Nabi SAW dalam sabdanya yaitu:

“Tahun berganti sebagaimana adanya sejak Allah SWT menciptakan langit dan bumi. Ada dua belas bulan dalam setahun. Di bawah ini ada empat bulan Haram (suci). Tiga bulan berturut-turut adalah Zulkaidah, Zulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi) Rajab Mudhar, yang terletak di antara Jumadil (kepala) dan Sya’ban”, (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahal bin Sa’ad meriwayatkan bahwa Rasulullah (damai dan berkah besertanya) mengatakan: “Ingat, bulan Rajab sebenarnya adalah salah satu bulan yang terlarang (termuliakan). Pada bulan itu Allah mengambil nabi Nuh dalam bahtera , dan dia berpuasa di kapal dan memerintahkan orang-orang yang berpuasa bersamanya. Kemudian Tuhan menyelamatkannya dari kapal karam sampai Tuhan membersihkan bumi dari ketidakpercayaan dan ketidaktaatan.”

Merujuk pada buku Indah Bersedekah karya Indriyana R. Dani & Muthia Esfand, bulan Rajab juga mengenalnya sebagai bulan bersedekah. Bulan Rajab yang penuh berkah ini, sangat danjurkan untuk bersedekah untuk umat muslim.

Makna sedekah dalam hal ini tidak selalu berarti materi. Amalan tersebut antara lain dengan memperbanyak shalat, puasa atau amalan lainnya. Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa bersedekah di bulan Rajab, maka Allah akan menjaganya dari Neraka seperti anak burung gagak yang belum tumbuh bulu, hingga mati karena usia tua.”

Allah menuliskan seribu kebaikan pada setiap helai rambutnya, mengangkat seribu derajat untuknya, menghapus seribu keburukan. Lalu Allah menulis seribu hujjah, seribu umrah, serta seribu bangunan istana untuk setiap satu puasa dan satu sedekah yang dia lakukan.”

Baca Juga: Meraih derajat takwa di bulan Ramadan

Keutamaan Sedekah dalam Al-Qur’an

Sedekah merupakan salah satu amalan yang dapat mendatangkan pahala yang berlipat dan sebagai amalan yang dapat memperlancar rezeki bagi siapa saja yang melakukannya. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid : 18)

Pahala dari bersedekah tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 261 yang berbunyi:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Bulan Rajab menjadi salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Di dalamnya, banyak terjadi peristiwa penting, salah satunya Isra dan Mi’raj, momen ketika Rasulullah menerima perintah ibadah shalat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Oleh sebab itu, mari kita isi bulan Rajab dengan amal baik dalam rangka meningkatkan ketaatan pada Allah SWT.

Imam Abu Bakar al-Warraq berkata: “Di bulan Rajab kamu menanam bibitnya, pada bulan Sya’ban kamu merawat dan menyiraminya, kemudian pada bulan Ramadhan kamu memanennya.”

Maka dari itu sahabat, mari persiapkan amalan terbaikmu pada bulan ini dan tuai keberkahannya nanti pada bulan Ramadhan yang fitri. Sahabat dapat memulai salah satu amalan terbaiknya dengan sedekah terbaik.

YUK SEDEKAH SEKARANG!

Tujuh Penghambat Rezeki Datang, Nomer 2 Sering Tak Disadari!

Tujuh Penghambat Rezeki Datang, Nomer 2 Sering Tak Disadari!

Tujuh Penghambat Rezeki Datang, Nomer 2 Sering Tak Disadari!

Rezeki merupakan sebuah kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT dan kenikmatan ini sangat diinginkan dan diharapkan oleh semua manusia. Allah SWT sudah menentukan takaran rezeki untuk setiap hambanya. Maka dari itu Allah SWT memerintahkan hambanya untuk selalu bekerja keras untuk memperoleh rezeki dan ingat carilah pekerjaan yang halal dan lakukan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Tapi, Ketika rezeki terasa terhambat padahal sudah melakukan usaha yang maksimal. Mungkin ada penyebabnya yang menjadikan penghambatnya. Seperti sabda Rasulullah, “Sesungguhnya seorang manusia kerap terhalang rezeki disebabkan dosa yang dilakukannya.” (HR. Ibnu Majah).

Selain Dosa, mari kita kupas apa saja yang menjadi penghambat datangnya Rezeki yang kita peroleh. Simak ya!

1. Sedikit Sholatnya

Penyebab terhambatnya rezeki, diantaranya yaitu sedikitnya melakukan sholat. Andai kalian tahu sholat merupakan pembuka pintu masuknya rezeki. Allah berfirman,

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

Selain sholat lima waktu, melaksanakan sholat sunnah dhuha dan tahajud memiliki keutamaan yaitu dapat melapangkan rezeki.

Seseorang yang sholatnya hanya Magrib atau hanya sholat ketika ingin sholat, ini berarti kurangnya ketakwaan kepada Allah, padahal ketakwaan adalah pembuka pintu rezeki.

Dalam surat At-thalaq ayat 3 disebutkan bahwa Allah akan berikan rezeki dan jalan keluar dari setiap kesempitan bagi orang yang bertaqwa.

Allah berfirman yang artinya, “Dan dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At-talaq : 03)

2. Tidur di Waktu Pagi

Penyebab selanjutnya yaitu tidur  pada waktu pagi hari. Sahabat perlu mengetahui waktu pagi merupakan waktunya untuk berlomba-lomba dalam mencari kenikmatan dan mengerjakan segala aktivitas. Sedangkan apabila pada waktu ini kita malah tertidur, maka apa yang akan kita peroleh?

Selain itu, waku pagi merupakan waktu yang terlimpahi banyak keberkahan.  Rasulullah SAW bersabda:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِيْ فِيْ بُكُوْرِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.”

Maka sahabat, mulai saat ini pergunakan waktu pagimu dengan baik ya. Agar segala kenikmatan yang tadinya datang untuk kita tidak pergi dengan sia-sia karena kita tidak pergunakan waktu pagi dengna baik.

3. Malas-malasan

Penghambat yang ketiga adalah, bermalas-malasan. Penyebab yang satu ini sudah sangat jelas, padahal Allah sudah memberi tahu kepada hambanya:  bagi siapa yang ingin mendapatkan rezeki yang cukup maka berusahalah dalam bekerja. Apalagi yang malas itu buat sholat dan bekerja, maka sudah pasti rezeki yang  akan ia dapat pasti terhambat.

4. Berhianat dan tidak amanah

penghambat keempat yaitu berhianat dan tidak amanah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا ائْتُمِنَخَانَ

“Tiga tanda munafik adalah jika berkata, ia dusta; jika berjanji, ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar.” (HR. Bukhari, no. 33 dan Muslim, no. 59).

Tiga tanda orang pada hadits tersebut juga menjadi penghambat rezeki. Dan orang yang tidak mau bersedekah dan pelit juga akan terhambat rezekinya.

5. Berbohong

Berbohong menjadi suatu perbuatan buruk yang mungkin bagi sebagian individu menganggapnya sepele, bahkan sudah menjadi kebiasaan.

Perlu tertanam pada benak sahabat, bahwasanya nanti pada hadapan Allah SWT. Berbohong bukanlah perkara ringan dan termasuk perbuatan dosa besar, bahkan Rasulullah menyebutkan salah satu tanda orang munafik adalah suka berbohong. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya:

“Tiga tanda orang munafik, jika berkata ia dusta, jika berjanji ia mengingkari, jika diberi amanat ia ingkar.”

Juga dalam surah An-nahl ayat 105, Allah berfirman yang artinya, “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah pembohong.” (Q.S An-nahl : 105)

6. Berbuat Dosa

Rezeki akan terhalang karena melakukan segala bentuk perbuatan dosa, setiap perbuatan dosa akan berpengaruh terhadapnya, bahkan menjadi sebuah penghalang.

Perbuatan dosa seperti, riba, ria, zina, syirik, durhaka pada orang tua, makan dari hasil uang haram, merendahkan orang lain, bahkan iri dengan orang lain adalah  beberapa perbuatan dosa yang menghalangi datangnya rezeki.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda yang artinya,“Sesungguhnya seseorang dihalangi dari rezekinya disebabkan oleh dosa yang dia lakukan.”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-isra ayat 30 yang artinya, “Sesungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki dan membatasi rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, sesungguh Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambanya.” (QS. Al-isra : 30)

Jika sahabat tidak pernah melakukan maksiat namun rezeki terasa sulit, maka itu bisa jadi merupakan sebuah ujian. Solusinya adalah dengan bersabar danmeningkatkan ketakwaan, bertawakal sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Mengurangi rezeki merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah, agar seorang hamba selalu bermuhasabah. Rezeki tidak hanya berkaitan dengan uang dan barang, berkah kesehatan, kesempatan, ketenangan hati, serta anak yang sholeh juga merupakan bentuk rezeki yang lebih besar daripada uang dan barang.

Namun, jika sahabat pernah melakukan kemaksiatan bahkan sampai berulang-ulang maka segeralah untuk bertaubat, menyesali, bertekad tidak mengulangi dan bertakwa kepada Allah.

Semoga bermanfaat sahabat!

Waktu Bagaikan Pedang, Bagaimana Kita Memaknainya?

Waktu Bagaikan Pedang, Bagaimana Kita Memaknainya?

Waktu Bagaikan Pedang, Bagaimana Kita Memaknainya?

Sahabat, pernah mendengar istilah waktu bagaikan pedang? Sebagai manusia yang telah Allah SWT perintahkan sebagai seorang khalifah di muka bumi. Sudah selayaknya sahabat memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya. Sehingga diri tidak lupa mengenai status yang Allah SWT amanahkan. Terdapat dua tipe manusia pada muka Bumi ini, antara lain:

1. Manusia pengolah waktu yaitu manusia yang bisa mengisi waktunya dengan baik. Sehingga selalu bisa menjalankan kewajibannya dengan sempurna dan tidak ada waktu yang terbuang untuk hal yang tidak bermanfaat.

2. Orang yang terolah waktu yaitu orang yang membiarkan waktu terbuang sia-sia. Ia menganggap esok masih ada waktu, ini merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu, padahal waktu dan kesempatan tidak pernah datang untuk kedua kalinya. Bahkan Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua nikmat, yang mana banyak manusia tertipu karenanya, yakni kesehatan dan kesempatan.” (HR Bukhori).

Inilah bahayanya golongan orang yang kedua, karena orang ini merupakan orang yang suka menunda. Ia akan kehabisan waktu sehingga apa yang ia inginkan tidak akan pernah berhasil dan hanya berhenti pada angan angan,  dan inilah kemenangan iblis.

Dan Masa sendiri terbagi menjadi tiga,yaitu masa yang telah lalu, masa yang sekarang dan masa yang akan datang.

Masa lalu kita sudah tidak dapat menggantinya karena ia bagaikan air yang mengalir dan sekali mengalir maka tidak bisa kembali lagi,
masa sekarang.

Kerugian Tidak Memanfaatkan Waktu dengan Baik

Kerugian saat tidak memanfaatkan waktu dengan baik antara lain:

1. Tidak mampu menghitung nikmat Allah SWT

Sungguh telah banyak nikmat yang telah dianugerahkan Allah Ta’ala kepada kita. Jika kita mencoba untuk menghitung nikmat tersebut niscaya kita tidak akan mampu untuk menghitungnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah).” (QS Ibrahim [14] : 34)

Dalam Taisir Al Karimir Rahman, Syaikh As Sa’di mengatakan, “Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak mampu untuk menghitungnya” maka lebih-lebih lagi untuk mensyukuri nikmat tersebut. “Sungguh manusia benar-benar zholim dan kufur”. Itulah tabiat manusia di mana : (1) dia zholim dengan melakukan maksiat, (2) kurang dalam menunaikan hak Rabbnya, dan (3) kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala. Dia tidak mensyukurinya, tidak pula mengakui nikmat tersebut kecuali bagi siapa yang diberi hidayah oleh Allah untuk mensyukuri nikmat tersebut dan mengakui hak Rabbnya serta menegakkan hak tersebut.”

2. Kenikmatan yg terlupa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kita bahwa waktu luang merupakan salah satu antara dua kenikmatan yang telah Allah Ta’ala berikan kepada manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang”. (Muttafaqun ‘alaih)

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari membawakan perkataan Ibnu Baththol. Beliau mengatakan,”Makna hadits ini adalah bahwa seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang mendapatkan seperti ini, maka bersemangatlah agar tidak tertipu dengan lalai dari bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan oleh-Nya. Di antara bentuk syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi larangan. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, ialah yang tertipu.”

Ibnul Jauzi dalam kitab yang sama mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun dia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dalam aktivitas dunia. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun dia dalam keadaan sakit. Apabila tergabung kedua nikmat ini, maka akan datang rasa malas untuk melakukan ketaatan. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).

Itulah manusia. Banyak yang telah terbuai dengan kenikmatan ini. Padahal setiap nikmat yang telah Allah berikan akan ditanyakan. Allah Ta’ala berfirman,

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu)”. (QS At Takaatsur [102] : 8)

3. Waktu yang berlalu tak bisa terulang kembali

Penyesalan terhadap waktu yang telah berlalu adalah penyesalan yang tinggal penyesalan. Ingatlah, waktu yang sudah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi.

الوقت أنفاس لا تعود

“Waktu adalah nafas yang tidak mungkin akan kembali.”

Syaikh ‘Abdul Malik Al Qosim berkata, “Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi seorang muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat. Namun bisa berbuah kebaikan maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar-benar merugi. Dan namanya waktu yang berlalu tidak mungkin kembali selamanya.” (Lihat risalah “Al Waqtu Anfas Laa Ta’ud”, hal. 3)

Hendaknya kita sadar bahwa waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi seorang hamba. Sungguh disayangkan jika waktu belalu begitu saja tanpa digunakan untuk melakukan ketaatan dan beribadah kepada Allah Ta’ala yang telah banyak memberikan nikmat kepada kita.

4. Waktu Laksana Pedang

Jika kita tidak pandai menggunakan pedang, niscaya pedang tersebut akan menebas diri kita sendiri. Demikian juga waktu yang telah Allah Ta’ala berikan. Jika kita tidak mampu memanfaatkannya untuk berbuat ketaatan kepada-Nya, niscaya waktu akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

Dalam kitab Al Jawaabul Kaafi karya Ibnul Qayyim, beliau menyebutkan bahwa Imam Syafi’i pernah mendapatkan pelajaran dari orang sufi. Nasehat tersebut berisikan pada dua inti berikut:

الوقت كالسيف فإن قطعته وإلا قطعك، ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل

“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan kamu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”

Saudaraku, senantiasalah engkau meminta pada Allah kebaikan pada hari ini dan hari besok. Hanya orang yang mendapatkan taufik dan pertolongan Allah Ta’alalah yang dapat selamat dari tebasan pedang waktu.

Ibnu Mas’ud berkata,

ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.

“Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.”

Al Hasan Al Bashri berkata,

ﻣﻦ ﻋﻼﻣﺔ ﺇﻋﺮﺍﺽ ﺍﷲ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺃﻥ ﳚﻌﻞ ﺷﻐﻠﻪ  ﻓﻴﻤﺎ ﻻ ﻳﻌﻨﻴﻪ ﺧﺬﻻﻧﺎﹰ ﻣﻦ ﺍﷲ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

“Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya.”

Pergunakan Waktu dengan Baik 

Inilah masa yg harus kita pergunakan sebaik mungkin.Supaya kedepannya nanti tidak menjadi beban yang memberatkan kita di hadapan pengadilanNya Dzat yg maha Adil.

Untuk itu marilah kita memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kita miliki. Memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif. Kita tidak pernah tahu sisa waktu yang kita miliki.

Mulailah semuanya dari sekarang untuk selalu berbuat kemanfaatan. Wallahualam bishowab. Semoga bermanfaat sahabat.

Meraih derajat takwa di bulan Ramadan

Meraih derajat takwa di bulan Ramadan

Meraih derajat takwa di bulan Ramadan

Ramadan diyakini mampu meningkatkan dan menguatkan ketakwaan, hal tersebut sesuai firman Allah swt dal QS Al Baqarah ayat 183, artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ibnu Katsir menguraikan

bahwa orang-orang mukmin diperintahkan niat serta ikhlas berpuasa dengan menahan diri dari makan dan minum serta bersenggama karena Allah swt. Sebab di dalam berpuasa terkandung hikmah membersihkan jiwa, menyucikannya, dan membebaskannya dari endapan-endapan buruk bagi Kesehatan tubuh dan akhlak-akhlak rendah.

Meraih derajat takwa tentu tidak bisa didapatkan begitu saja,

perlu kesungguhan menjalani Ramadan dan seluruh amal di dalamnya. Sehingga dihari-hari selepas Ramadan, kita memiliki bekal takwa. Allah Swt berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 187, “….berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Hakikat takwa diumpakan Ketika melewati jalan penuh duri, tentu kita akan berhati-hati melaluinya, artinya orang bertakwa memiliki sikap berawas-awas agar tak melanggar larangan Allah swt dan selalu berhati-hati dalam bertindak.

Meraih takwa tak semudah meraih dunia. Perlu adanya perasaan bahwa Allah hadir, mengetahui, dan mengawasi sehingga kita memiliki pengendalian diri. Jika kontrol diri telah dikuasai, maka Allah akan menghindarkan kita dari kemaksiatana, kesalahan-kesalahan dan menambah energi kita dalam mengarungi kehidupan.

Di Ramadan mulia ini, adalah sebaik-baik waktu kita meningkatkan ketakwaan dengan banyak sekali kebaikan-kebaikan yang bisa kita ikut serta didalamnya.

Ramadan jadi manfaat, tingkatkan ketakwaan sekarang, jangan ditunda! Sebelum ajal merenggut nyawa.

Sedekah terbaik, penolong kita diakhirat!

Dompet Dhuafa dalam ragam programnya memberikan kesempatan beramal dan menjadi bagian dari jembatan kebaikan kita selama bulan ramadan.

Salah satu program Ramadan diantaranya:

 

  1. Sedekah Al Quran
  2. Sedekah Quran Braille
  3. Tebar Zakat Fitrah
  4. Muliakan Anak Yatim
  5. Parsel Lebaran
  6. Paket Berbuka Puasa
  7. Kita Bersama Palestina

Pilihan program ini hadir untuk menyempurnakan Ramadan kita agar #jadimanfaat dan saudara-saudara kita juga merasakan ramadan penuh suka cita sebab buah dari ketulusan kita dalam berbagi.

Jadikan Ramadan penuh manfaat, Yuk kirimkan kebahagiaan untuk mereka, Sekarang!