Dila Navisa Apristi, merekah senyumnya ketika mendapat parcel dari donatur Dompet Dhuafa. Kegembiraan terpancar selepas bermain games bersama anak-anak seusianya dalam rangkaian agenda pendistribusian parcel yang bertema “Berbagi Senyum untuk Anak Indonesia”.

Dila saat ini berusia 11 tahun, menginjak kelas 5 SD di SD N Wiloso 1 Girikarto, Panggang, Gunung Kidul. Dila sapaannya, sudah tak miliki ayah dan ibu. Ibunya bernama Tri Wahyuni, meninggal karena sakit kanker ketika Dila masih berusia beberapa bulan. Tiga tahun berselang, Suhardi ayahnya juga meninggal.

Saat ini Dila tinggal bersama Yatmo Karsono dan Mudilah yaitu kakek dan neneknya yang sudah sepuh. Pekerjaan kakek dan nenek Dila adalah bertani. Dengan keterbatasan yang ada, tak menyurutkan semangat Dila untuk belajar. Dila merupakan anak yang berprestasi, dia mendapat ranking 2 di kelasnya.

Saat pandemi seperti ini, sekolahnya pun tetap berjalan melalui pembelajaran online. Alhamdulillah, Dila mampu mengikuti pembelajaran online menggunakan handphone yang dibelikan dari hasil iuran saudaranya. Menjadi seorang guru bahasa adalah cita-citanya, semoga dapat terwujud dan meluaskan manfaat bagi sesama, aamiin.

Terimakasih donatur Dompet Dhuafa, telah berbagi berkah parcel untuk masyarakat yang membutuhkan dan meluaskan senyum anak Indonesia.

Kirim Pesan
1
kirim Whatsapp
Ramadan ini, saatnya berbagi lagi
Temukan kebaikan Ramadanmu di kemanusiaan.org