Sampah plastik tidak hanya merusak ekosistem yang ada di darat maupun laut, tetapi juga ancaman nyata bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup di dunia. Daya hancur plastik terhadap lingkungan sangat besar, sebab ia sangat sulit terurai.

Pengurangan pemakaian plastik ke bahan ramah lingkungan sudah di jalankan Dompet Dhuafa Yogyakarta dari tahun lalu, seperti pada kurban yang tahun ini dengan meniadakan plastik sebagai wadah pembungkus daging, melainkan besek dari bambu. Bahkan di pelosok Bantul tepatnya di Desa Jojoran Wetan, Kecamatan Pajangan, warga mempergunakan sarang. Sarang terbuat dari daun kelapa yang biasa digunakan sebagai wadah menaruh lauk pauk ataupun sebagai makanan hantaran.

“Kita melanjutkan hal baik di tahun lalu, yaitu menggunakan pembungkus ramah lingkungan seperti besek, daun jati, daun pisang dan lain-lain. Selain untuk mengurangi penggunaan plastik, upaya ini juga dilakukan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi pengrajin tersebut terlebih di masa pandemi seperti ini,” ujar Bambang Edi Prasetyo selaku Ketua Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa Yogyakarta 2020.

Sementara itu, penggunaan besek ini tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga kesehatan. Bentuk besek yang berpori-pori besar mendukung sirkulasi udara dalam daging yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

“Penggunaan besek, juga bermaksud mengindahkan seruan pemerintah untuk menghindari penggunaan kantong plastik sekali pakai saat distribusi daging kurban dan menggantinya dengan wadah ramah lingkungan,” Tutup Bambang Edi Prasetyo.

Kirim Pesan
1
kirim Whatsapp
Ramadan ini, saatnya berbagi lagi
Temukan kebaikan Ramadanmu di kemanusiaan.org