Sebagai  bentuk kepedulian terhadap lingkungan (zero waste) dan untuk menggelorakan campaign Kurban Asik Tanpa Plastik, proses packaging daging kurban kali ini sama seperti sebelumnya, yaitu menggunakan bahan alami berupa kreneng. Kreneng adalah wadah berasal dari anyaman bambu.

“Kita melanjutkan hal baik di tahun lalu, yaitu menggunakan pembungkus ramah lingkungan seperti kreneng. besek, daun jati, daun pisang dan lain-lain. Selain untuk mengurangi penggunaan plastik, upaya ini juga dilakukan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi pengrajin tersebut terlebih di masa pandemi seperti ini,” ujar Satya Jati selaku Ketua Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa Yogyakarta 2021.

Sementara itu, penggunaan besek ini tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga kesehatan. Bentuk besek yang berpori-pori besar mendukung sirkulasi udara dalam daging yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

“Penggunaan besek, kreneng dan wadah lainnya juga bermaksud mengindahkan seruan pemerintah untuk menghindari penggunaan kantong plastik sekali pakai saat distribusi daging kurban dan menggantinya dengan wadah ramah lingkungan,” Tutup Satya Jati,

Kirim Pesan
1
kirim Whatsapp
Ramadan ini, saatnya berbagi lagi
Temukan kebaikan Ramadanmu di kemanusiaan.org